Kue Terang Bulan Zadul, Jajanan Penuh Nostalgia di Masa Sekolah

Kue Terang Bulan Zadul, Jajanan Penuh Nostalgia di Masa Sekolah
Kue terang bulan zadul yang sering dijual di depan sekolah. (YouTube/Beta TV)

Kamu pasti pernah deh setidaknya mencicipi kue terang bulan zadul ini. Soalnya, penjualnya sering mangkal di depan sekolah. Sayangnya, kini cukup sulit mencarinya karena jumlah penjualnya juga semakin sedikit.

Inibaru.id – Kamu pasti pernah makan kue zaman dahulu (zadul) ini. Namanya kue terang bulan, tapi beda dengan kue terang bulan yang dikenal sebagai martabak manis, kue bandung, apam balik, atau sebutan lainnya. Yang pasti, penjual kue ini bisa ditemui di dekat sekolah layaknya SD atau SMP dengan memakai sepeda kayuh.

Kue ini biasanya hanya memiliki isian gula halus dan meses atau kental manis. Terkadang juga diberi tambahan selai. Ukurannya jelas lebih kecil dan lebih tipis dari martabak manis. Seringkali, penjualnya sudah menyiapkan lembaran-lembaran kue ini di dalam sebuah kotak kaca. Begitu kamu memesannya, kue ini akan diberi taburan, dilipat, dan kemudian digunting sebelum dimasukkan ke dalam plastik dalam potongan kecil-kecil.

Jumlah penjualnya memang nggak sebanyak dulu. Maklum, perkembangan zaman dan kemunculan jajanan-jajanan yang lebih modern membuat kue terang bulan zadul ini nggak semenarik pada tahun 1990-an. Tapi, kalau kamu sedang pengin bernostalgia menikmati masa-masa sekolah dengan mencicipi kue ini, bisa kok datang di Alun-Alun Kidul (Alkid) Kota Yogyakarta.

Salah seorang penjualnya adalah Halimin. Laki-laki berusia 60 tahun ini berasal dari Keparakan, Kemantren Mergangsang, Kota Yogyakarta. Sudah bertahun-tahun dia berjualan kue terang bulan zadul. Dia menjual terang bulan dengan topping gula halus dan cokelat meses, Millens.

Halimin, penjual kue terang bulan zadul di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. (warta.jogjakota.go.id)
Halimin, penjual kue terang bulan zadul di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. (warta.jogjakota.go.id)

“Kalau dulu, taburannya cuma gula halus dan butiran cokelat. Kali ini rasanya saya tambah dengan susu cokelat kental,” ceritanya, Januari 2022.

Dia pun sering mendapatkan curhat dari para pembelinya yang semakin sulit mencari kue terang bulan zadul, khususnya di sekitar Alun-Alun Kidul.

“Dulu banyak yang jualan di sini, tapi sekarang sudah jarang. Sebenarnya masih ada beberapa tapi di depan sekolah dasar,” ungkapnya.

Setiap harinya, Halimin bisa menjual sampai 80 porsi kue terang bulan. Kalau sedang musim liburan dan cuacanya sedang cerah, dia bahkan bisa menjual sampai 150 potong. Tapi, kalau sedang musim hujan, dagangannya kurang laku.

Oh ya, soal harga, kue terang bulan ini cukup murah, kok. Laki-laki yang memiliki dua anak ini mengaku hanya menjualnya dengan banderol Rp 6 ribu saja untuk setiap porsi. Jauh lebih murah dari martabak manis, ya?

Kalau di tempatmu, masih mudah nggak mencari kue terang bulan zadul ini, Millens? (Bac/IB09/E05)