Kue Sagon Wariyanto: Autentik dari Bantul, Menjamin Rasa sejak 1950-an

Kue Sagon Wariyanto: Autentik dari Bantul, Menjamin Rasa sejak 1950-an
Kue sagon porduksi Wariyanto. (Soalperut.blogspot)

Pengin menikmati kue sagon autentik yang gurih, manis, dengan sensai juicy pada bagian tengahnya? Datang saja ke rumah produksi kue sagon milik Wariyanto di Bantul.

Inibaru.id - Kue Sagon mulai sulit dicari, meski dulu sempat menjadi salah satu penganan favorit, khususnya sebagai pendamping teh atau kopi, di Yogyakarta. Di antara sedikit yang masih tersisa, kamu mungkin bisa bertemu Wariyanto, pembuat kue sagon dari Kecamatan Baturetno, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Keahlian membuat kue ini didapatkan lelaki paruh baya tersebut dari orang tuanya, yang merintis usaha produksi kue sagon sejak sekitar 1950-an. Salah satu keunggulan kue sagon bikinan keluarga Wariyanto adalah orisinalitas rasa dan ketiadaan bahan pengawet dan pewarna.

Rasanya gurih, manis, dan kenyal. (Tokomesinkelapa)

Lantaran nggak mengandung bahan pengawet, kue sagon ini juga hanya bisa bertahan 2-3 hari. Wariyanto pun enggan memproduksi kue sagon dalam jumlah yang terlampau banyak. Dibantu seorang karyawan, produksi paling banyak mereka lakukan menjelang perayaan hari besar seperti Idulfitri.

Bagi Wariyanto, rasa yang autentik lebih penting ketimbang mengejar kuantitas produksi. Mimpinya itu memang nggak muluk-muluk. Ini tentu menjadi hal yang cukup langka, karena sebagian orang justru memilih membuat berbagai inovasi agar produknya diterima masyarakat.

Kue sagon yang nikmat selagi hangat. (Jogjapedia)

Namun, justru keaslian inilah yang kini menjadi daya tarik tersendiri. Kalau kamu pengin merasakan kue sagon dengan rasa yang nggak banyak berubah sejak dulu, datanglah ke rumahnya karena mereka nggak buka cabang di mana pun.

Gimana, tertarik mencicipi kue sagon? Sebagai gambaran, kue sagon berbahan dasar beras ketan tumbuk yang dicampur dengan kelapa parut. Sebagai penambah rasa, kue tersebut diberi tambahan gula pasir, panili, dan garam. Adonan sagon kemudian dipanggang di atas tungku dengan bara api sedang dan stabil.

Kue sagon. (Travelingyuk/Rizky Nusantara)

Tekstur kue sagon cukup crispy di luar, tapi lembut pada bagian dalamnya. Perpaduan gurih dan manis, dengan aroma kelapa bakar yang khas, dijamin bakal menjadi rasa yang sulit kamu lupakan.

Bagaimana, Millens, tertarik mencoba? Datang langsung yuk ke tempat produksinya! (MG26/E03)