Kuah Beulangong, Lezat dan Simbol Pemersatu

Proses memasak kuah beulangong ini dilakukan secara gotong royong. Tak sekadar lezat, kuah ini juga jadi simbol pemersatu masyarakat Aceh.

Kuah Beulangong, Lezat dan Simbol Pemersatu
Sajian Kuah Beulangong (aceh.tribunnews.com).

Inibaru.id - Kuah beulangong, makanan khas Aceh ini sangat lezat ketika disantap bersama nasi putih yang hangat. Kuah yang bahan utamanya bisa berupa daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka atau pisang kapok ini nggak sekadar kuah. Apa pasal? Kuah ini bisa mempersatukan masyarakat. Lo kok, bagaimana ceritanya?

Millens tahu, mengapa kuah beulangong ini bisa menciptakan kebersamaan masyarakat Aceh karena proses memasaknya dilakukan secara bergotong royong dan menyantapnya juga bareng-bareng.

Mengutip dari loveaceh.com (29/12/2017), memasak kuah beulangong secara bergotong-royong sudah menjadi tradisi di Aceh, khususnya Aceh Rayeuk (Kabupaten Aceh Besar) dan Kota Banda Aceh. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Aceh. Menurut cerita, raja-raja Aceh menjaga kesatuan dan mempererat rasa silaturahmi dengan cara menggelar kenduri kuah beulangong.

Baca juga:
Inilah Penganan Para Raja Majapahit
Sushi Seger , Sushi Rasa Grobogan

Hingga saat ini, tradisi yang melibatkan banyak warga untuk memasak ini masih terus dilestarikan. Millens bisa menjumpai kuah beulangong di sejumlah hajatan-hajatan besar atau kecil, baik pesta perkawinan, acara keagamaan, dan acara adat.

Uniknya juga, hampir setiap desa di Aceh memiliki beulangong (kuali besar), dengan jumlah paling sedikit empat buah yang disimpan di tempat ibadah desa. Ketika ada hajatan, warga secara gotong-royong memasak kuah beulangong.

Bagaimana sih proses memasaknya?

Memasak kuah beulangong membutuhkan bumbu yang banyak seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang semuanya digiling.

Tertarik cara pembuatannya?

Yap, daging yang sudah dipotong kecil-kecil dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam kuali besar. Aduk sampai merata, dan jangan lupa beri bumbu giling dan garam. Selanjutnya, siram dengan air secukupnya, aduk lagi. Tunggu sampai daging masak setengah matang, dan juga sampai bumbunya meresap sempurna. Terakhir tambahkan dengan potongan buah nangka muda dan pisang kapok, biarkan hingga matang.

Baca juga:
Biji Ketapang Bikin Ketagihan
Ada Tiongkok, India, dan Arab dalam Semangkuk Mi Aceh

Nah, kuah beulangong siap untuk disantap dengan nasi putih hangat. Tapi jangan menyantapnya dengan mencampur dengan kuah masakan lain ya Millens karena sensasi kelezatan khas kuahnya nggak akan kamu dapatkan.

Kamu tergoda untuk mencicip? Kalau ingin mencobanya dan sulit untuk memasaknya sendiri, cobalah datang ke Aceh. Meskipun nggak ada kenduri atau hajatan, kamu bisa menikmati kelezatan kuah beulangong ini di rumah makan sekitar Aceh. Yuk kulineran di sana! (LAM/SA)