Kriuknya Ikan dan Udang Goreng, Oleh-Oleh Khas Selepas Ziarah di Makam Syekh Maulana Samsudin Pemalang

Kriuknya Ikan dan Udang Goreng, Oleh-Oleh Khas Selepas Ziarah di Makam Syekh Maulana Samsudin Pemalang
Udang dan ikan goreng, oleh-oleh khas Makam Syekh Maulana Samsudin Pemalang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Di luar komplek pemakaman Syekh Maulana Samsudin, nggak sedikit pedagang yang menjajakan ikan dan udang goreng. Konon, udang merupakan makanan favorit sang Syekh.

Inibaru.id - Nggak afdol rasanya jika nggak bawa oleh-oleh selepas berwisata. Kali ini, saya menyusuri bagian utara Kabupaten Pemalang. Tepatnya ke Pantai Widuri yang berseberangan dengan Makam Syekh Maulana Samsudin. Selepas memanjatkan doa di makam, nggak ada salahnya untuk singgah sebentar di pantai.

Nggak ada yang spesial di pantai Widuri kecuali ikan dan udang goreng kering yang berjejer. Yap, olahan hasil laut siap makan tersebut jadi satu oleh-oleh yang nggak boleh ketinggalan selepas berziarah di sini.

Deretan pedagang olahan hasil laut di tepi pantai Widuri. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sekilas mata memandang, hanya udang goreng yang bisa saya kenali. Usman, salah satu pedagang ikan goreng menjelaskan ada beberapa macam ikan yang dia dan pedagang lain jajakan. “Udang, ikan cucut, ikan layur,” katanya sambil mengepakkan kertas di atas ikannya.

Menurut Usman, berbagai ikan goreng kering berbalut tepung tersebut memang menjadi buah tangan khas dari Pantai Widuri dan Makam Syekh Maulana Samsudin. Tentunya ikan yang dijual di sini merupakan hasil laut nelayan sekitar.

Harganya pun bervariasi, mulai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu untuk seperempat kilo ikan atau udang goreng kering. “Yang 30 ribu ya udang yang besar-besar itu,” kata usman.

Harga olahan hasil laut disini murah banget lo. belasan ribu saja untuk seperemopat kilo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Saya memutuskan beli udang dengan ukuran tanggung dengan harga Rp 15 ribu. Boleh banget ini. Cocok untuk dibuat lauk dan dicemil. Usman juga turut menjelaskan kalau peziarah di sini paling suka beli udang.

Makanan Kesukaan Syeikh

Di balik banyaknya olahan ikan dan udang  yang dijajakan, Usman dan pedagang lain bilang bahwa ini punya kaitan erat dengan Syaikh Muhammad Saifudin. “Ikan itu jadi makanan kesukaan Syeikh,” kata Usman yang kemudian diafirmasi oleh pedagang lain.

Nggak heran, sampai sekarang pedagang di sini tetap melestarikan budaya menjual ikan dan udang olahan sebagai buah tangan khas.

Pedagang di sini mengaku, ikan dan udang goreng yang dijual selalu segar digoreng setiap harinya. Entah bumbu apa yang dipakai para pedagang untuk menggoreng hasil laut ini. Baik ikan maupun udang nggak melempem meskipun dibiarkan terbuka di luar ruangan.

Peziarah selalu meramaikan lapak pedagang untuk membeli udang maupun ikan goreng. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Saya melahap udang goreng yang saya beli di sepanjang jalan pulang. Benar-benar gurih dan crunchy. Karena nggak dilumuri banyak tepung, rasa udang sangat kuat.

Buatmu yang berziarah ke Makam Syeikh Maulana Samsudin atau Pantai Widuri, nggak ada salahnya lo mencoba jajan khas ini. Murah meriah dan dapat banyak! (Zulfa Anisah/E05)