Konsisten Jaga Rasa, Wedang dan Es Puter Pak Kirman Semarang Eksis Hingga Empat Dekade

Konsisten Jaga Rasa, Wedang dan Es Puter Pak Kirman Semarang Eksis Hingga Empat Dekade
Aneka Wedang dan Es Puter Pak Kirman yang ramai dikunjungi pembeli pada malam hari. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Salah satu tujuan kuliner Semarang yang legendaris adalah Wedang dan Es Puter Pak Kirman. Usaha ini eksis lebih dari empat dekade dengan rasa turun temurun yang tetap dipertahankan. Rasanya manis alami, cocok buat kamu yang pengin menghangatkan badan atau mendinginkan pikiran.

Inibaru.id – Suasana Jalan MT Haryono nomor 406 Semarang selepas Magrib menyisakan suasana temaram, Kamis (13/2). Di pinggir jalan itu, saya hendak mencicipi seduhan legendaris Kota Lunpia yang terkenal dengan nama “Aneka Wedang dan Es Puter Pak Kirman”.

Dua buah gerobak berisi dagangan, dua meja, dan belasan kursi plastik seperti menjadi perkakas wajib menyambut tiap pengunjung yang datang. Dagangan utama terdiri dari es puter, wedang ronde, wedang roti, wedang kacang ijo, dan wedang kacang tanah.

Sebab pengin yang dingin-dingin, saya pun memesan es puter. Lepek berisi tiga scoop es puter terasa langsung dingin di atas tangan kiri saya. Masing-masing scoop berbeda rasa, warna kuning memiliki rasa durian, warna pink berasa kelapa muda, dan putih mewakili rasa kacang hijau. Nggak lupa, dua sendok bubur mutiara merah muda cerah ikut meramaikan hidangan tersebut.

Es puter tiga warna rasa durian (kuning), kacang hijau (putih), dan kelapa muda (pink). (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Es puter tiga warna rasa durian (kuning), kacang hijau (putih), dan kelapa muda (pink). (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Salah seorang pelayan bernama Romadhon bercerita, usaha ini memiliki cabang lain di daerah Tlogosari yang dikelola langsung oleh Pak Kirman. Sedangkan di Jalan MT Haryono dikelola oleh sang anak yang paling ragil bernama Puji.

“Usaha ini berdiri sudah 40 tahunan. Semua menu sama-sama laris. Yang mendirikan Pak Kirman, dia ada di rumahnya di Tlogosari,” kata laki-laki yang berasal dari Klaten tersebut. Romadhon yang merupakan keponakan Pak Kirman sudah tiga tahun bekerja di sini.

Sayangnya, di sini hanya ada wedang dan es. Kalau di Tlogosari, ada gorengan juga. Meski cuma ada minuman, warung yang buka pukul 18.00-21.30 WIB ini selalu ramai.

Keterbatasan tempat nggak menyurutkan minat pembeli. Nggak dapat meja ya nggak masalah. Pengunjung biasanya menggunakan kursi plastik untuk menaruh minuman atau cukup menggunakan tangan untuk menyangga.

Aneka wedangan siap menghangatkan malammu di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Aneka wedangan siap menghangatkan malammu di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Menurut penjelasan Romadhon, warung di MT Haryono ini hari bukanya nggak bisa dipastikan. Terlebih jika mendapat pesanan wedang dan es krim di acara besar seperti pernikahan. Kalau pesanan (catering) banyak, warung akan libur.

“Di acara-acara ini rasa es krimnya pun tergantung pesanan, ada yang rasa alpukat, cokelat, kopi, hingga nangka ada,” lanjutnya.

Harga setiap porsi dari menu di sini pun terjangkau Setiap menu dibandrol dengan harga Rp 6 ribu. Kalau kebetulan lewat, jangan lupa mencicipinya ya, Millens! (Isma Swastiningrum/E05)