Kisah Tempe, Lauk Biasa di Indonesia, Dianggap Istimewa di Luar Negeri

Kisah Tempe, Lauk Biasa di Indonesia, Dianggap Istimewa di Luar Negeri
Tempa biasa di Indonesia digilai di luar negeri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Tempe mungkin sudah jadi makanan sehari-hari yang gampang ditemui di Indonesia. Harganya juga sangat terjangkau. Hanya, hal ini berbeda kalau di luar negeri. Tempe dianggap istimewa dan harganya mahal! Seperti apa ya kisahnya?

Inibaru.id - Tempe adalah salah satu bahan makanan yang lazim ditemui di Indonesia. Bahkan, bagi masyrakat, tempe nggak punya kelas tertentu. Siapa saja bisa menikmati lauk dengan harga murah ini.

Hal itu berkebalikan dengan fakta tentang tempe yang ada di luar negeri. Di sana tempe diistimewakan lo. Banyak orang yang bahkan rela antre lama demi mendapatkannya atau membayarnya dengan harga mahal. Seperti apa ya kisah tempe di luar negeri?

Warga Australia rela antre lama demi mendoan

Mendoan jadi favorit warga Australia. Mereka bahkan rela antre lama hanya bisa mencicipinya. Nah, Mendoan yang bisa didapatkan di Australia ini dibuat oleh suami-istri asal Indonesia, Sugeng dan Sinta Santoso. Mereka membuka kedai di Veg Out St Kilda Farmer’s Market, St. Kilda, Victoria. Kedai ini selalu ramai oleh para penggila tempe di Negeri Kangguru.

WNI sukses membuka usaha tempe organik di Amerika Serikat

Kalau di Houston, Texas, Amerika Serikat, ada “Andri’s Tempeh”, yang terkenal di lingkungan masyarakat setempat. Tempe di sini merupakan buatan Andrian dan rekannya Ryan Mullin. Tempe ini diolah dari bahan baku kedelai organik tanpa bahan pengawet. Harga tempe organik sekitar 3,8 Dollar AS atau sekitar Rp 53 ribu.

Tempe dihargai mahal di luar negeri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Tempe dihargai mahal di luar negeri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Rustono, Sang “Raja Tempe” di Jepang

Di Jepang, ada spesialis pembuat tempe yang sukses bernama Rustono. Rustono berhasil membawa makanan khas Indonesia ini jadi populer dan banyak dikonsumsi di Jepang. Padahal, membawa kultur makanan ke sebuah negara asing tentu nggak mudah. Gara-gara ini, Rustono dijuluki “Raja Tempe” di Negeri Sakura.

Roy Grant, produsen tempe di Israel

Kalau di Jepang ada Rustono, di Israel ada Roy Grant yang jadi raja tempe. Di sana, pelanggannya kebanyakan berasal dari Tel Aviv dan Yerusalem dengan beragam latar belakang. Termasuk orang-orang Yahudi Orthodoks dan penganut vegetarian. Roy mengatakan kepada pelanggannya bahwa tempe yang dijualnya seharga 17 shekel (Rp 68 ribu) ini merupakan makanan asli dari Indonesia.

Pengusaha tempe di luar negeri adalah WNI. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Pengusaha tempe di luar negeri adalah WNI. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Tempe jadi barang mewah di Inggris dengan harga ratusan ribu Rupiah

Orang-orang Inggris rela membayar mahal hanya untuk mendapatkan tempe. Hal itu diakui oleh peneliti tempe dari Inggris, Jonathan Agranoff. Mereka yang membayar mahal tempe adalah orang-orang vegetarian yang mengonsumsi makanan non-daging. Mereka bahkan rela merogoh kocek hingga 20 Paun atau sekitar Rp 285 ribu untuk bisa menikmati makanan dari bahan kedelai ini.

Tertarik bisnis tempe di luar negeri, nggak nih, Millens? (Boo/IB28/E07)