Kisah di Balik Terciptanya Gudeg Manggar yang Berbahan Bunga Pohon Kelapa

Kisah di Balik Terciptanya Gudeg Manggar yang Berbahan Bunga Pohon Kelapa
Gudeg manggar sudah ada sejak ratusan tahun lalu, lo. (Warga Jogja)

Sebagai makanan khas Yogyakarta, gudeg manggar ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Islam, lo. Pencipta makanan ini berasal dari kalangan keraton. Tahukah kamu siapa dia?

Inibaru.id – Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, gudeg manggar merupakan makanan yang cukup mudah kamu jumpai. Sebagai tempat lahirnya gudeg manggar, Kabupaten Bantul, khususnya wilayah Mangir, memiliki banyak pohon kelapa. Bunga muda dari pohon inilah yang menjadi bahan pembuatan gudeg manggar.

Dulu, gudeg manggar hanya disajikan untuk acara-acara tertentu. Putri Pembayun yang merupakan istri Ki Ageng Mangir-lah yang menciptakan makanan ini. Melihat ada banyaknya pohon kelapa, sang putri kemudian memanfaatkan bunga muda ini untuk diolah menjadi masakan baru.

http://panduanwisata.id/files/2014/10/Manggar-1-iphotome.blogspot.com_.jpg

Terdapat banyak pohon kelapa yang menghasilkan buah manggar di Bantul. (Panduan Wisata)

FYI, Putri Pembayun merupakan putri Panembahan Senopati yang merupakan sultan pertama Kerajaan Mataram Islam. Selain cerita tentang Putri Pembayun, gudeg manggar juga memiliki kisah lain yang berkaitan dengan Pangeran Diponegoro.

Konon. untuk melawan Sultan Hamengkubuwono yang berpihak pada Belanda, rakyat di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro menggunakan manggar sebagai pengganti nangka.

Selain kisah-kisah tersebut, ada pula mitos yang menyebutkan bahwa menyantap gudeg manggar membuat aura menarik seseorang makin kelihatan. Nggak heran, makanan ini kemudian menyebar pula ke wilayah lain Yogyakarta.

Hm, ternyata di balik rasanya yang khas, gudeg manggar memiliki sejumlah cerita yang menarik ya. Sembari membayangkan masa-masa terjadinya cerita-cerita tersebut, yuk nikmati kelezatannya. (IB06)