Khas Mranggen, Demak, Ini Nikmatnya Pecel Rambak

Khas Mranggen, Demak, Ini Nikmatnya Pecel Rambak
Ilustrasi: Nasi pecel rambak khas Mranggen, Demak. (wawayasaruna)

Kecamatan Mranggen di Demak punya wilayah yang unik karena berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Di sana, ada juga makanan khas yang lezat, yakni nasi pecel rambak. Gimana ya rasanya?

Inibaru.id – Wilayah Mranggen, Demak ini sangat unik, Millens. Meski masuk wilayah Kabupaten Demak, lokasinya yang persis di perbatasan timur Kota Semarang membuatnya lebih terkoneksi dengan Ibu Kota Jawa Tengah. Nah, kalau kamu main ke sana, cobain deh makanan khasnya, yakni pecel rambak.

Untuk mencobanya, kamu nggak perlu sampai harus datang ke kawasan pedesaan. Cukup dengan datang ke Pasar Mranggen yang dikenal sudah sangat ramai ini, pasti bisa menemukan penjual pecel rambak dan menikmati hidangan dengan aneka lauk sekaligus kuah hangat yang mantap.

Omong-omong, ya Millens, rambak adalah olahan makanan dari kulit sapi atau kulit kerbau. Ada yang dijadikan kerupuk renyah, namun ada juga yang dijadikan lauk makanan dengan bentuk kenyal. Nah, khusus di Mranggen, rambak ini dijadikan tambahan dari nasi pecel.

Salah seorang penjual pecel rambak di Pasar Mranggen Sutiah mengaku sudah 40 tahun menghidangkan kuliner ini ke pelanggannya. Berkat kegigihannya pula, dia bisa menyekolahkan empat anaknya.

Nasi pecel rambak khas Mranggen. (Twitter.com/mansyur_ali)
Nasi pecel rambak khas Mranggen. (Twitter.com/mansyur_ali)

Setiap hari, puluhan pelanggan datang untuk menikmati nasi pecel rambak sebagai sarapan atau makan siang. Saking larisnya, Sutiah mengaku sampai menghabiskan nasi sekitar 5 kg setiap hari, Millens.

“Saya buka setiap pukul 06.00 pagi dan baru tutup sampai habis. Setiap hari habis lebih dari 5 kg nasi,” ungkap Sutiah, Selasa (25/1/2022).

Pelanggannya nggak hanya dari wilayah Mranggen, Millens. Ada yang datang dari Kota Semarang atau wilayah lain. Sensasi menikmati rambak yang gurih yang dipadu dengan bumbu pecel yang pedas dan manis memang bisa menggoyang lidah. Saking fenomenalnya rasa nasi pecel rambak ini, Sutiah menyebut ada pelanggan yang batal membeli hanya gara-gara rambaknya habis.

Omong-omong, ya, setiap porsi nasi pecel rambak yang dijual Sutiah dijual hany Rp 10 ribu. Itupun sudah termasuk minuman es teh. Selain nasi dan rambak, kamu bisa menemukan sayur terong, nangka muda atau gori, kacang panjang, serta tempe dan tahu yang dikukus. Kalau mau nambah lauk, ada juga pilihan tempe goreng dan bakwan, Millens.

Kalau kamu tertarik untuk mencicipinya, tinggal datang kok ke kios warung nasi pecel rambak milik Sutiah di lantai satu Pasar Mranggen. Ingat, pecel ini laris banget ya, Millens. Jadi, jangan sampai kesiangan deh biar nggak kehabisan. (Jog/IB09/E05)