Pamor Teh di Indonesia Nggak Setenar Kopi, Kenapa?

Pamor Teh di Indonesia Nggak Setenar Kopi, Kenapa?
Teh masih kurang populer dibandingkan kopi. (Retikul)

Dibandingkan kopi, teh masih kurang populer di Indonesia. Konsumsi teh rata-rata orang Indonesia hanya 300 gram. Hm, memangnya apa saja yang jadi faktor kurangnya minat masyarakat terhadap teh?

Inibaru.id – Kopi dan teh adalah dua jenis minuman yang cukup diminati orang. Di dunia ini, minuman terakhir bahkan cuma kalah pamor dari air putih. Namun, rupanya hal itu nggak berlaku untuk teh, karena pamornya belum bisa menandingi kopi.

Yap, dalam satu dekade terakhir, ngopi memang menjadi tren baru di kalangan anak muda. Pelbagai coffee shop berdiri. Namun, pamor itu nggak dibarengi dengan kedai teh atau tea house. Bahkan, nggak sedikit anak muda yang berpikir bahwa teh adalah minuman orang tua.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sebuah festival pameran teh di Bandung mengatakan, konsumsi teh yang rendah terjadi karena banyak orang belum memahami manfaat minuman ini. Sebagai penguasa provinsi yang merupakan penyumbang ekspor teh terbesar di Indonesia, dia mengaku perlu mengedukasi masyarakat Indonesia.

Minuman teh. (Shutterstock)

Kang Emil, begitu dia biasa disapa, menuturkan bahwa konsumsi teh rata-rata orang Indonesia hanya 300 gram per orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi teh rata-rata dunia yang mencapai 700 gram per orang. Hm, jauh banget ya!

Padahal, teh memiliki sejumlah manfaat lo, Millens. Minuman tersebut dipercaya mampu meningkatkan metabolisme, meminimalisasi risiko diabetes, hingga menurunkan risiko kanker. Wah, kamu yang selama ini kurang menyukai teh mungkin perlu mempertimbangkan hal ini!

Dari segi varietas, teh di Indonesia sebetulnya cukup beragam. Ini membuat rasa minuman teh yang bisa dikreasikan di negeri ini cukup banyak, misalnya teh melati, teh kayu aro, teh putih, teh oolong, hingga teh hijau.

Kebun teh di Jawa Timur. (Instagram/edickyandriansyah1710)

Wah, anggapan bahwa ngeteh itu kuno kayaknya perlu segera dihilangkan deh! Anak indie, nggak ada salahnya mengganti kopi dengan teh sembari menikmati senja! Ha-ha. (IB15/E03)