Makan Malam Kenyang di Semarang: Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko!

Makan Malam Kenyang di Semarang: Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko!
Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko. (Inibaru.id/ Audrian F)

Konon, belum dianggap mengenal belantika mi ayam dan bakso di Semarang kalau belum pernah mampir ke kedai ini. Ramai dan puas adalah dua kata yang dipastikan bakal keluar dari mulutmu sepulang dari warung tenda yang berada hanya sepelemparan tombak dari Pasar Wonodri ini.

Inibaru.id - Kalau kamu penggila mi ayam dan bakso, mungkin kamu nggak asing dengan salah satu kedai yang, konon, merupakan yang terenak di Kota Semarang ini. Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko namanya. Kedai yang sudah buka sejak 1987 itu hampir selalu ramai pembeli saban hari.

Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko belokasi di Jalan MT Haryono, Wonodri, Semarang Selatan. Kedai tersebut tepat berada di depan BTPN. Kendati di sana berjajar pelbagai kedai penjual makanan, kedai kepunyaan Joko Hartono itu terlihat mencolok karena selalu dipenuhi pembeli yang memarkir kendaraannya di depan warung.

Kedai Pak Joko ini cukup diminati pembeli karena variasi menunya yang cukup beragam, yang berbanding lurus dengan rasa dan porsinya. Salah satu menu yang belakangan menjadi magnet bagi pelanggan untuk kembali datang ke tempat ini adalah Bakso Jumbo Diier.

Baca Juga: Bakso Diier, Menu Spesial di Mie Ayam Ceker dan Bakso Pak Joko yang Bikin Ketagihan

Selain menu bakso berukuran sangat besar itu, kamu juga bisa menikmari mi ayam dengan tambahan bakso, cakar, dan lain-lain.

Bakso Jumbo Diier menjadi menu andalan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Suci, salah seorang pembeli, mengaku, dirinya sudah menjadi pelanggan kedai Pak Joko tersebut sejak 2017. Hingga kini, dia masih menganggap tempat tersebut sebagai kedai mi ayam favoritnya.

“Saya suka mi ayam sama ceker (ayam)-nya. Kebetulan dekat dengan rumah juga,” aku Suci.

Selain variatif, harga menu makanan yang disediakan kedai Pak Joko ini terbilang cukup terjangkau, yakni di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 20 ribu. Hanya menu Bakso Jumbo Diier saja yang dibanderol paling mahal, yakni Rp 35 ribu. Namun, tentu saja ini sesuai dengan rasa dan porsinya, Millens!

Nggak Pernah Pindah

Sejak berdiri pada 1987, Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko belum pernah berpindah tempat, yakni di Jalan MT Haryono. Sang empunya warung tenda itu, Joko Hartono, berkisah, semula dia mengawali usaha dengan hanya berjualan mi ayam.

“Dulu, (mi ayam) dijual seharga Rp 300 saja," tutur lelaki 47 tahun yang juga mengaku baru mulai berjualan bakso pada 1990-an setelah harga daging cukup bisa dijangkaunya ini.

Baca Juga: 
Pecel Jadi Makanan Favorit Kontingen Pencak Silat Filipina
Berkunjung Ke Temanggung, Jangan Lupa Cicipi Tongkol Lombok Ijo yang Sudah Eksis Sejak Zaman Belanda Ini

Bicara omzet, Joko mengaku hampir tiap hari dagangannya selalu habis terjual. Pendapatan itu, lanjutnya, kian besar setelah bakso jumbo diier semakin diminati pelanggannya.

Alhamdulillah, omzetnya besar,” kata Joko yang juga mengatakan bahwa hingga kini dia masih menjalankan usaha sendiri, dengan dibantu sang istri Marmi dan sang anak Ifan Pratama.

Pelanggan yang tampak selalu ramai. (Inibaru.id/ Audian F)

Buat kamu yang pengin berkunjung ke kedai bakso dan mi ayam ini, Mie Ayam Cakar dan Bakso Pak Joko buka dari pukul 18.00-23.00 WIB. Jadi, kamu bisa ajak gebetanmu ke sini untuk makan malam, Millens! Eits, tapi siap-siap mengantre ya!

Mengantre untuk makanan yang worth to try, kenapa nggak? (Audrian F/E03)