Kafe Bocor Alus, Tempat Makan Bagus di Yogyakarta untuk Para Pencinta Barang Klasik

Kafe Bocor Alus, Tempat Makan Bagus di Yogyakarta untuk Para Pencinta Barang Klasik
Salah satu sudut di Kafe Bocor Alus (Inibaru/Artika Sari)

Di tengah maraknya kafe dengan konsep kekinian, Kafe Bocor Alus justru berhasil eksis dengan konsep tahun 1980-an.

Inibaru.id – Berburu barang antik di toko itu biasa. Namun, kalau berburu barang antik sambil makan, itu nggak biasa. Di Kafe Bocor Alus, kamu bisa melakukan keduanya. Sambil makan, kamu bisa melihat benda-benda lawas. Kalau ada yang membuatmu tertarik, kamu pun bisa langsung membelinya, lo.

Selain berkonsep sebagai tempat nongkrong, Bayu Arya Setiawan selaku pemilik mengatakan, dia memang pengin mencoba menjual barang antik dengan cara yang nggak biasa. Ini dilakukannya untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Selama ini lapak barang antik, kan, begitu-begitu saja. Saya pengin buka kafe sekaligus toko barang antik, jadi orang yang datang ke sini bisa makan sambil melihat-lihat. Kalau mau beli juga bisa, karena semua barang di sini memang saya jual,” ujar Bayu pada Inibaru.id belum lama ini.

Beberapa barang antik yang dijual di Kafe Bocor Alus. (Inibaru/Artika Sari)

Menilik eksteriornya, nggak heran kafe yang berdiri pada 2017 lalu ini menarik perhatian para pengunjung. Dengan bentuk rumah pendapa yang sederhana, dinding-dindingnya dipenuhi aneka aksesori bertema zaman dulu. (Baca Juga: Masuki "Lorong Waktu" ke Era 1980-an Diiringi Tembang Lawas yang Menggoda Selera di Kafe Bocor Alus)

Memasuki bagian dalam kafe, kamu akan menjumpai ratusan barang antik yang digantung maupun ditempel di dinding. Tulisan-tulisan lucu berbahasa Jawa turut pula meramaikan interior kafe ini. Maka, nggak heran jika kebanyakan pengunjung memanfaatkannya sebagai spot foto.

https://gudeg.net/cni-content/uploads/modules/gallery_direktori/20170831022828.JPG

Tulisan-tulisan lucu banyak menghiasi dinding kafe ini. (Gudeg.net)

Dari majalah bekas, lampu petromaks, teko, senter, hingga kebaya khas Yogyakarta bisa kamu temukan di sana. Harganya pun bervariasi, dari Rp 5.000 hingga Rp 5 juta. Kamu yang penggemar barang antik sebaiknya nggak melewatkan kesempatan berburu di sana, ya.

Untuk memaksimalkan cita rasa 1980-an, Bayu sengaja memilih mendirikan Bocor Alus di daerah yang agak jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kafe yang berada di Jalan Parangtritis KM 5,5 Dusun Tarudan, Desa Sewon, Bantul, ini memang lokasinya persis di samping persawahan.

Menurut Bayu, lokasi tersebut dipilih karena mampu menghidupkan kesederhanaan dan kedamaian khas pedesaan.

"Suasana damai ini mendorong pengunjung mengenang era 1980-an, saat media sosial belum mengganggu komunikasi manusia secara nyata. Saya pengin yang nongkrong di sini merasakan keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan itu,” akunya. 

https://gudeg.net/cni-content/uploads/modules/gallery_direktori/20170831022748.JPG

Ruang tengah Kafe Bocor Alus (Gudeg.net)

Nama "Bocor Alus"

Selain keakraban, Bayu juga menginginkan kafenya memiliki suasana yang gokil, tentu saja dalam arti yang positif. Karena itulah dia menamai kafenya "Bocor Alus". Dalam bahasa Semarangan, gokil sering diistilahkan dengan "ora genep" (nggak sempurna). Nah, istilah lain dari ora genep itulah bocor alus.

Selain menjadi tempat nongkrong dan berburu barang antik, Bayu juga punya misi menjadikan Bocor Alus sebagai tempat nongkrong yang edukatif. Selain bisa melihat benda-benda lawas, dia berharap generasi millenials bisa belajar tentang etika, khususnya membangun komunikasi dengan orang lain di sekitarnya.

https://3.bp.blogspot.com/-tuzUPclafso/WzRFOxdF1kI/AAAAAAAALlc/9RgbxKKjeQoWrZEzovIqiEViPo9xlM8LwCLcBGAs/s1600/Kafe%2B80%2527s%2BBocor%2BAlus%2B9%2B-%2BNisya%2BRifiani%2B-%2Bwww.ranselmungil.blogspot.com.JPG

Suasana kafe di malam hari (ranselmungil.blogspot.com)

Kendati banyak dikunjungi, kafe berkapasitas 122 orang ini nggak dibuka untuk acara-acara besar. Bayu mengaku pembatasan tersebut dilakukannya untuk meminimalisasi kerusakan.

"Sebagian pengunjung masih belum bisa bersikap tertib dengan nggak mengotak-atik barang yang dipajang. Nggak jarang mereka juga nggak mengembalikannya ke tempat semula," ujar Bayu.

Kalau kamu pengin ngerasain asyiknya nongkrong di Kafe Bocor Alus, penting untuk nggak melakukan hal tersebut ya, Millens. Asal kamu tertib, pihak pengelola nggak akan melarangmu berfoto-foto, kok. Jadi, yuk, "bocor alus" bareng-bareng! Ha-ha. (Artika Sari/E03)