Semula Hanya Jadi Suguhan Raja, Rawon Kini Disantap Siapa Saja

Semula Hanya Jadi Suguhan Raja, Rawon Kini Disantap Siapa Saja
Rawon menggunakan daging ayam. (Royco)

Lezat, hitam pekat, dan menggoda selera makan, siapa yang menolak jika disodorkan rawon di depannya? Sebelum menjadi makanan rakyat, rawon konon dulunya merupakan makanan para raja di Jawa Timur, lo. Seistimewa apa pula biji keluak yang menjadi salah satu bumbu masakan ini?

Inibaru.id – Rawon merupakan salah satu kuliner favorit di Jawa Timur. Meski berasal dari Jawa Timur, nggak sulit menemukan makanan ini di Jawa Tengah. Lantaran rasanya enak, nggak heran cukup banyak orang menjual rawon.

Terbuat dari potongan daging sapi serta rempah-rempah, konon rawon semula hanya dihidangkan bagi para raja. Sejumlah sumber menyebutkan makanan ini berasal dari Pasuruan. Masyarakat Jawa Timur nggak jarang menyebut makanan ini dengan sebutan rawon nguling.

https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/fRmik6o2hpJEjxhoFDFxjIGj2_Q=/0x70:1079x678/640x360/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370482/original/053335600_1538217124-1.jpg

Rawon. (Liputan6)

Biji keluak yang digunakan dalam makanan ini berasal dari Pohon Kepayang. Biji yang sudah matang menghasilkan rasa yang khas dalam rawon. Selain itu, biji keluak juga mengandung beta karoten, zinc, dan vitamin C.

Hm, walau mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, kamu nggak boleh menyantap biji ini ya, karena mengandung racun.

Untuk memasak rawon dengan daging sapi seberat 500 gram, dibutuhkan sekitar 2-3 biji keluak. Masakan ini makin lezat jika disantap bersama kerupuk atau tempe goreng.

Di Jawa Tengah, seporsi rawon dijual dengan harga sekitar Rp 12.000 hingga Rp 20.000. Relatif terjangkau, kan? (IB15/E03)