Serupa Tapi Nggak Sama, Begini Perbedaan Daging dalam Steak

Serupa Tapi Nggak Sama, Begini Perbedaan Daging dalam Steak
Daging steak. (Cbc)

Saat membeli steak, kamu pasti dihadapkan dengan beragam pilihan daging steak. Eits, jangan salah pilih, berikut perbedaan daging-daging tersebut.

Inibaru.id – Bagi para pencinta olahan daging, steak pasti sudah menjadi makanan yang biasa disantap. Yap, hidangan daging yang dipotong tegak lurus dengan serat otot itu mudah ditemui di restoran atau warung-warung steak. Cara penyajiannya juga beragam mulai dipanggang, digoremg, hingga dibakar.

Steak umumnya dibuat dari bahan baku daging sapi, meski terkadang ada juga yang dibuat dari daging ayam. Namun, bagian daging sapi yang disajikan berbeda-beda, Millens. Bagian-bagian itu rupanya punya kekhasan dan kualitas rasa tersendiri. Kekhasan dan kualitas itulah yang kemudian berpengaruh terhadap harga jual dan penyajiannya.

Nah, supaya kamu nggak salah pilih bagian daging steak, berikut perbedaannya.

Tenderloin 

Tenderloin. (Recipeler)

Tenderloin adalah daging sapi bagian pinggang (loin) yang paling lembut (tender). Daging ini juga dikenal dengan daging has dalam. Tenderloin memiliki daging yang lebih lembut dan kandungan lemak yang lebih rendah daripada sirloin. Rasa dagingnya pun lebih lezat sehingga memiliki harga yang lebih mahal daripada bagian daging yang lain. Secara umum, tenderloin dimasak dengan metode panas kering seperti dipanggang.

Sirloin

Sirloin. (Critchfieldmeats)

Sirloin adalah daging bagian punggung tengah sampai bagian bawah pinggul sapi. Daging ini punya kandungan lemak lebih banyak dari tenderloin. Kendati begitu, sirloin akan mengeluarkan aroma gurih saat dibakar. Masalah tekstur,  daging sirloin cukup empuk dan aromanya lezat.

Rump dan Blade

Rump and Blade. (The Spruce Eats/Jiri Hubatka)

Rump (daging punggung belakang) dan blade (paha depan) memiliki harga yang lebih murah daripada bagian lainnya. Hal itu karena kedua bagian ini nggak seempuk tenderloin atau sirloin. Ketika diolah, rump atau blade diberi meat tenderizer agar teksturnya empuk.

T-Bone

T-Bone. (Sobeys)

Sesuai dengan namanya, bagian daging sapi ini memiliki tulang berbentuk T yang dikelilingi daging di tiap sisinya. T-Bone steak adalah gabungan antara tenderloin pada satu sisi dan striploin di sisi lainnya.

Striploin

Striploin. (American Grassfed Beef)

Jenis daging ini lebih lembut daripada sirloin, tapi lebih keras dari tenderloin. Daging striploin berbentuk memanjang dari bagian depan sampai di perbatasan pinggul sapi dan membentuk sedikit lempengan daging (strip). Secara umum, daging ini dimasak dengan cara grilling, broiling, dan pan-frying.

Ribs (Tulang Rusuk)

Ribs. (Traeger Grills)

Daging ribs biasanya mengandung tulang lebih banyak. Cara memasaknya pun harus memakai teknik khusus karena daging melekat ke tulang dan cenderung keras.

Steakysteve.com, Sabtu (27/5/2017), menulis, keempukkan sepotong daging steak dapat ditentukan dari potongan daging yang digunakan, yaitu dari bagian otot sapi mana ia berasal. Jika berasal dari bagian otot sapi yang jarang digerakkan maka daging steak akan terasa lebih empuk dari jenis daging steak lainnya.

Jika mau daging steak empuk, maka pilihlah potongan daging yang letaknya jauh dari leher, kaki dan paha. Begitu pula sebaliknya.

Yap, begitulah perbedaan bagian-bagian daging yang biasanya dibuat untuk steak. Bagian mana nih yang jadi favoritmu? (IB07/E04)