Inilah Garut “Si Kota Cokelat”

Berhenti jadi karyawan suatu perusahaan, Kiki Gumelar menyulap Garut menjadi “Kota Cokelat”. Kiki juga bermimpi mencokelatkan Indonesia.

Inilah Garut “Si Kota Cokelat”
Produk cokelat asal Garut, Chocodot.(Kompas.com/Silvita Agmasari

Inibaru.id – Menyebut Garut,orang tak akan kelupaan menyebut dodol. Penganan tersebut sudah sangat populer sebagai penganan buah tangan alias oleh-oleh.

Tapi lalu muncul Kiki Gumelar, pemilik produk Chocodot. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Garut, Jawa Barat, mampir ke gerai yang menawarkan produk cokelat Chocodot. Selain gerai yang besar dan selalu ramai, produk olahan Chocodot dengan bungkus yang menarik juga dapat dengan mudah ditemui di gerai oleh-oleh Garut.

Baca juga: Pilih-Pilih dari Enam Jenis Yoghurt Terfavorit Ini

Chocodot memang produk asli Garut yang kini menjadi produk nasional. Dijual di toko buku Gramedia hingga gerai oleh-oleh di kota besar seperti Bandung, Bali, dan Makassar. Kesuksesan Chocodot dimulai dari kenekatan Kiki Gumelar, Direktur PT Tama Cokelat Indonesia (nama perusahaan Chocodot).

“Dulu saya pegawai, tahun 2009 saya memutuskan untuk keluar kerja. Modalnya kartu kredit dan satu orang karyawan," kata Kiki saat ditemui di acara Chocotober Fest di Mal Taman Anggrek, seperti dilansir Kompas.com (22/10/2017).

 

Pendiri Chocodot, Kiki Gumelar (Netral News)

Kiki yang awalnya bekerja di Yogyakarta memutuskan untuk pulang kampung ke Garut dan membuka usaha.

“Saya nggak sengaja nyemplungin dodol ke cokelat. Saya bawa ke Garut, jualan. Beberapa nolak karena dianggap aneh kenapa ada cokelat isi dodol,” cerita Kiki.

Awalnya ia menyebutkan orang tua juga sempat tak merestui usahanya, sebab tak melihat adanya peluang berjualan cokelat di Garut. Setelah mempelajari seluk-beluk cokelat dan rajin ikut pameran ke luar kota, perlahan usaha Kiki mulai naik. 

“Saya punya keyakinan saya bisa mengembangkan cokelat di Kabupaten Garut. Apalagi Garut ini ternyata kota di Indonesia yang kali pertama ada industri cokelat. Saya juga punya cita-cita menjadikan Garut sebagai Kota Cokelat," jelas pria kelahiran 17 November 1980 itu.

Baca juga: Minuman Penuh Khasiat Ini Jadi Warisan Budaya Nonbenda

Delapan tahun merintis usaha dengan segala dinamikanya, kini Kiki mengembangkan Chocodot tak hanya sebagai produsen cokelat. Ia bahkan menyediakan wisata khusus cokelat, merintis kafe dan bakery khusus cokelat, serta mendirikan museum cokelat di Garut.

Perlu diketahui, dari modal pinjam dan pegawai yang hanya seorang, Chocodot kini mempekerjakan 200 orang pegawai dan mengolah 20-30 ton produk cokelat dalam sebulan. Semuanya didistribusikan di seluruh Indonesia.  

"Kita itu negara penghasil kakao (bahan baku cokelat) terbesar ketiga di dunia. Pemain kakao itu masih sangat sedikit di Indonesia. Banyak juga yang belajar cokelat ke Garut. Saya bersyukur Chocodot bisa berkembang terus dan ingin mengajak pengusaha-pengusaha daerah bisa 'mencokelatkan' Indonesia," ungkap Kiki. (EBC/SA)