Nggak Hanya Karena Lezat, Ini Alasan Daging Lebih Diminati Masyarakat Ketimbang Sayur

Nggak Hanya Karena Lezat, Ini Alasan Daging Lebih Diminati Masyarakat Ketimbang Sayur
Alasan seseorang lebih memilih daging daripada sayur. (Depaviljoen.com)

Daripada sayur, sebagian orang lebih memilih daging karena rasanya yang lezat dan bikin cepat kenyang. Apakah benar seperti itu?

Inibaru.id – Bagi sebagian orang, menu daging adalah santapan paling favorit karena rasanya yang tentu lezat. Baik itu daging ayam, ikan, sapi, kambing, dan daging lainnya dapat diolah menjadi menu makanan yang sama lezatnya. Dibandingkan dengan sayur, orang-orang lebih banyak menyukai daging meskipun harganya lebih mahal.

Namun, alasan orang-orang lebih menyukai daging nggak cuma karena cita rasa lezatnya saja, Millens. Menurut studi yang dilakukan International School for Advanced Studies di Trieste, Italia, orang lebih suka makan daging karena ada kaitan dengan pengaruh warna alaminya.

Detik.com (15/11/2016), menulis, manusia terprogram untuk memilih makanan berwarna merah seperti daging daripada hijau seperti brokoli. Ini berkaitan dengan konsep penglihatan manusia sebagai indra utama untuk memilih makanan. Sistem ini sama dengan sistem indra penciuman pada hewan yang berfungsi untuk mengenali makanan.

Menurut penulis studi Dr Francesco Foroni, dalam makanan alami, warna adalah prediksi yang baik dari kalori. Lebih merah makanan yang belum diproses, semakin besar kemungkinannya bergizi, sedangkan makanan hijau cenderung rendah kalori. Ini juga berlaku untuk makanan olahan. Makanan yang matang juga selalu disukai.

Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan Dr. Eugene Chan dari Monash University dan Dr. Natalina Zlatevska dari University of Technology, Sydney mengatakan alasan orang lebih memilih daging karena bahan berwarna merah itu dianggap sebagai simbol status yang tinggi lantaran harganya yang mahal.  

Hal itu bisa dirunut dari sisi sejarah. Sejak abad pertengahan di Eropa, daging dianggap sebagai barang berharga dan mahal. Hanya raja dan bangsawan yang bisa menikmatinya, sedangkan orang biasa jarang bisa makan daging.

Chan melakukan riset dengan memetakan peserta menjadi dua. Sebagian besar pesert riset diminta menuliskan jawaban apa yang akan mereka beli bila mendapat gaji 50 ribu dolar Australia atau sekitar Rp 531 juta setiap tahunnya. Sementara itu, satu kelompok lainnya diminta untuk menuliskan apa yang nggak bisa dibeli dengan gaji tersebut.

Ketika status sosial ekonomi para peserta riset ini telah ditentukan, mereka dihidangkan sejumlah menu makanan. Dari penelitian tersebut, didapatkan simpulan yakni orang yang memiliki status sosial ekonomi lebih rendah, lebih memilih untuk makan burger daging daripada makanan vegetarian. Hm, tetap daging, ya!

Kendati demikian, setiap orang memiliki alasan yang berbeda dalam menentukan makanan, ya, Millens. Ada yang memang sangat menyukai daging, tapi ada pula yang sama sekali nggak mau daging dan lebih memilih sayuran. Nah, kamu suka makan daging atau sayur nih? Bagikan alasanmu di kolom komentar, ya. (IB07/E04)