Ini Alasan Mengapa Rasa Makanan Jawa Manis

Ini Alasan Mengapa Rasa Makanan Jawa Manis
Masakan Jawa identik dengan manis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Berbicara tentang rasa makanan Jawa, pasti yang terpikir pertama adalah rasa manis. Nggak hanya makanan, jajanan tradisional, hingga teh dan kopi juga terbiasa manis. Apa alasan dari populernya rasa manis ini, ya?

Inibaru.id - Kalian sadar nggak sih kalau rasa makanan Jawa itu didominasi manis? Nggak percaya? Coba deh kamu mencicipi makanan-makanan khas Jawa seperti gudeg, selat Solo, atau sate kambing berbumbu kecap. Pasti rasanya manis kan? Belum lagi dengan jajanan pasarnya. Makin terbukti kalau makanan jawa itu manis.

Nah, rasa manis pada masakan khas Jawa ini nggak datang begitu saja, Millens. Ada sejarah dan kisah yang mempengaruhinya. Seperti apa ya?

Dalam buku Antropologi Kuliner Nusantara: Ekonomi, Politik, dan Sejarah di Belakang Bumbu Makanan Nusantara, dikisahkan bahwa pada 1830, saat Nusantara di bawah kendali kolonial Belanda, ada banyak suplai gula di Jawa. Semuanya bermula saat adanya Tanam Paksa yang dilakukan di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.

Sate salah satu makanan yang manis. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Sate salah satu makanan yang manis. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pemerintah Hindia Belanda mewajibkan petani di Jawa menanam tanaman ekspor yang bernilai jual tinggi di pasaran. Nah, komoditas yang laku adalah tebu, kopi, dan teh.

Penanaman dibagi bedasarkan letak geografis per daerah. Misalnya, di Jawa Barat, petani diminta untuk menanam teh. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, para petani menanam tebu. Nah, tebu adalah bahan utama dari gula. Melimpahnya pasokan tebu dari petani ini membuat di Jateng dan Jatim banyak bermunculan pabrik gula.

Sistem tanam paksa yang berlangsung selama sekitar 9 tahun mengubah lahan sawah menjadi kebun tebu. Meski tebu memiliki nilai jual tinggi, pasokan bahan pangan berkurang drastis. Hal itu bikin rakyat kelaparan.

Gudeg jadi penanda makanan Jawa yang identik dengan manis. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Gudeg jadi penanda makanan Jawa yang identik dengan manis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hanya, di balik krisis pangan ini, ketangguhan orang Jawa terlihat. Mereka mampu beradaptasi dan justru mengolah tebu atau gula agar bisa bertahan hidup. Sejak saat itulah bermunculan makanan atau jajanan-jajanan dengan rasa yang manis.

Air perasan tebu kemudian banyak digunakan sebagai bahan olahan masakan. Tradisi itu nggak disangka bertahan sampai dikenal lidah-lidah generasi selanjutnya. Alhasil, resep masakan orang Jawa pun tetap mempertahankan rasa manis hingga sekarang.

Jadi, sudah mengerti kan mengapa rasa makanan Jawa manis? Ternyata, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi di zaman penjajahan Belanda yang serba berat, ya? Meski rasa makanan dan jajanan yang manis ini enak, kita harus cermat dalam mengonsumsinya, ya Millens. Demi kesehatan tubuh, kok. (Det/IB28/E07)