Icip-Icip Beragam Sushi di Sumo Sushi Bar

Icip-Icip Beragam Sushi di Sumo Sushi Bar
Beragam menu di Sumo Sushi Bar. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Apa saja menu yang ada di Sumo Sushi Bar di Semarang, Jawa Tengah? Kamu bisa mencoba beragam menu, mulai dari salmon sushi, chuka idako, hingga tobiko wasabi.

Inibaru.id – Penikmat masakan Jepang asal Semarang, Jawa Tengah, tentu nggak asing dengan restoran sushi yang satu ini. Sumo Sushi Bar namanya. Selain menyajikan menu sushi yang lumayan beragam, tempat makan yang cukup ramah terhadap pengunjung itu juga memiliki rasa yang "Jepang" banget.

Menu Andalan

Salah satu menu andalan di Sumo Sushi Bar adalah salmon aburi. Salmon aburi merupakan jenis sushi yang disajikan dengan salmon panggang yang dimasak setengah matang. Yap, di Jepang, sushi memang identik dengan salmon, Millens. Karena itulah menu ini jadi andalan.

Agar nggak monoton, variasi saus pun disuguhkan, mulai dari saus keju, wasabi (olahan tanaman asli Jepang yang terasa pedas), mentai (telur ikan), dan lain-lain.

Salmon Sushi. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Menu lain yang juga menjadi favorit di tempat tersebut adalah chuka idako atau baby octopus. Namun, lantaran bayi gurita yang menjadi bahan utama makanan ini diimpor langsung dari Negeri Sakura, menu satu ini nggak selalu ada. Pihak Sumo Sushi Bar memang nggak bisa langsung mengeluarkan menu tersebut dalam satu waktu. 

Rasanya? Hm, nggak ada duanya, Millens. Tampilannya bahkan sudah menggoda banget! Baby octopus kemerahan yang sudah dibumbui diletakkan di atas nasi. Setelah itu, nasi dan gurita tersebut dilingkupi kulit tahu yang manis. Jadi, dalam satu suapan kamu bisa merasakan kenyalnya gurita berpadu kulit tahu dan nasi yang gurih, asam, dan manis.

Terus, kalau mau mencoba menu lain yang unik, kamu bisa mencicipi tobiko wasabi. Makanan ini merupakan nasi yang diberi olahan telur ikan terbang. Telur tersebut sudah dicampur dengan wasabi sehingga berwarna hijau. Kendati agak amis, kombinasi rasa nasi, telur ikan, dan rumput lautnya patut untuk kamu coba.

Menu Lain

Selain tiga menu andalan itu, masih banyak menu lain yang juga menarik untuk kamu coba, misalnya aburi kani cheese, aburi tuna wasabi, aburi tuna cheese, dan lain-lain. Karena nggak semua sushi disajikan matang, pengelola juga telah menyediakan wasabi di tiap meja. Wasabi itu berfungsi sebagai penghilang bau amis dari sushi yang disajikan mentah.

Oya, kalau suka pedas, kamu juga bisa menaburkan bubuk cabai. Jangan lupa juga untuk mencelupkan makananmu ke dalam shoyu, ya! Setelah makan, kamu bisa minum air putih langsung dari keran air minum yang menempel pada conveyor belt. Di atas meja juga sudah disediakan teh ocha yang bisa kamu celupkan ke dalam minumanmu.

Open Kichen

Sumo Sushi Bar mengusung konsep open kitchen alias dapur terbuka. Ini menarik, karena membuat kamu bisa melihat langsung proses penyajian makanan di restoran tersebut. Dengan sigap, para chef yang seolah nggak berhenti bekerja itu terus memproduksi masakan untuk mengisi spot-spot kosong yang ada di conveyer.

Sushi yang "berjalan" di conveyor belt juga dijamin bakal selalu fresh, lo, Millens. Ini karena makanan yang tersaji bakal segera diganti dengan yang baru kalau dalam waktu dua jam nggak ada yang mengambilnya.

Conveyor belt sushi. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Tips Memilih Sushi

Stephanie Chintya, General Manager Sumo Sushi Bar memiliki tips untuk makan sushi di restoran ini. Buat kamu yang belum pernah makan sushi, ungkap Stephanie, kamu bisa memulainya dari menu basic, yaitu menu-menu yang sudah matang.

"Contoh paling mudah adalah maki, variasinya ada banyak," terang dia.

Stephanie menyarankan, kalau kita bingung memilih menu yang "sesuai", ada baiknya kita langsung bertanya pada staf yang melayani.

Sebagian menu di Sumo Sushi Bar. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

“Itu kan pasti sudah dapat rasa asli sushi di nasi dan sausnya. Kalau berani naik level, bisa coba yang tidak matang. Saran saya memang makan yang matang dulu,” tutur dia.

Menurutnya, baik mentah maupun matang, rasa sushi sejatinya sama saja. Namun, ada persepsi di otak yang mengatakan bahwa makanan mentah itu nggak cocok untuk kita.

“Padahal, kita makan makanan mentah sebenarnya nggak apa-apa. Ini persepsi di otak saja," pungkasnya.

Jadi, tertarik untuk mencoba yang mana, Millens? (Ayu S Irawati/E03)