Gurih dan Lezat Bubur Ayam Jamur Hioko, Dibuat dengan Campuran Jamur Jengkol
Bubur Ayam Jamur Hioko. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Gurih dan Lezat Bubur Ayam Jamur Hioko, Dibuat dengan Campuran Jamur Jengkol

Pengin merasakan cita rasa bubur ayam yang berbeda daripada bubur ayam yang pernah kamu nikmati? Bubur Ayam Jamur Hioko di daerah Pecinan Semarang bisa jadi pilihan yang tepat.

Inibaru.id – Saya menikmati bubur ayam terakhir kali ketika merantau di Jakarta sekitar delapan bulanan yang lalu. Jujur saya bukan tipe orang yang begitu suka dengan bubur, menurut saya terlalu lembek dan lekat dengan makanan orang sakit.

Namun, ada satu kedai bubur ayam di daerah Pecinan yang berbeda dengan bubur ayam yang pernah saya coba sebelumnya. Namanya Bubur Ayam Jamur Hioko yang terletak di Gang Besen No. 16 Kranggan. Katanya sih bubur ini looks oldiest dan kalau dinikmati terasa memakan masakan nenek.

Bubur ayam jamur beserta aneka kondimen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Bubur ayam jamur beserta aneka kondimen. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Penasaran dengan rasanya, saya mendatangi kedai bubur ayam itu. Setelah memesan satu porsi, nggak lama kemudian di meja sudah tersedia satu mangkuk bubur berwarna cokelat muda. Ditambah dengan beberapa kondimen seperti kecap asin pedas dengan potongan cabe, pangsit kecil bentuk kotak, wijen, irisan daging kecil-kecil mirip abon, daun bawang, dan telur.

Wah, dari penampakannya saja sudah berbeda dengan bubur ayam pada umumnya yang berwarna putih dengan kondimen utama ayam suwir dan kerupuk. Saya pun merasakan buburnya dulu sebelum dicampur kondimen. Rasa kaldu ayam begitu menyatu dengan lembutnya bubur. Jamur hioko atau jamur shitake (Lentinula edodes) begitu kenyal-kenyal enak saya nikmati.

Kesedapan semakin purna ketika kondimen saya campur dan aduk. Banyak rasa berpadu, dari gurih, asin, pedas, manis, dan kriuk. Yang mengasyikkan, daging jamur hioko terasa seperti ayam. FYI, jamur hioko di Indonesia dikenal juga dengan nama jamur jengkol, rasanya mirip petai. Jamur ini sering diolah jadi makanan-makanan Chinese yang lezat.

Elizabeth, perempuan yang menjaga kedai Bubur Ayam Jamur Hioko. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>
Elizabeth, perempuan yang menjaga kedai Bubur Ayam Jamur Hioko. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Bubur hangat itu pun ludes dengan cepat. Porsinya pun pas, nggak kebanyakan apalagi terlalu sedikit. Harga satu porsi bubur lengkap dengan telur sebesar Rp 18 ribu. Worth it untuk rasanya, meski ayam suwirnya kurang banyak buat saya, he-he.

Pulang dari sini sepertinya saya harus merevisi pola pikir tentang bubur ayam. Bubur nggak cuma untuk orang sakit, tapi juga orang sehat. Apalagi kalau untuk sarapan, tambah sehat deh untuk pencernaan. Tertarik mencobanya, Millens? (Isma Swastiningrum/E05)

Cita Rasa Asem-Asem Koh Liem yang Legendaris Sejak 1978
Cita Rasa Asem-Asem Koh Liem yang Legendaris Sejak 1978

Sejarah kuliner di Semarang salah satunya dapat kamu jumpai di Warung Makan Asem-Asem Koh Liem. Kedai yang berdiri sejak 1978 tersebut menyediakan satu menu istimewa yang nggak lekang hingga sekarang, yakni asem-asem.

https://www.inibaru.id/kulinary/cita-rasa-asem-asem-koh-liem-yang-legendaris-sejak-1978

Siap-siap Kenyang Nggak Ketulungan dengan Semangkuk Bakso Gunung Ikhlas
Siap-siap Kenyang Nggak Ketulungan dengan Semangkuk Bakso Gunung Ikhlas

Bakso Gunung Ikhlas bakal memberikan pengalaman berbeda. Selain tampilan yang wow, ukuran bakso yang jumbo juga bakal bikin kamu kenyang.

https://www.inibaru.id/kulinary/siap-siap-kenyang-nggak-ketulungan-dengan-semangkuk-bakso-gunung-ikhlas

Mengulik Senang-Susah Tinggal Seatap dengan 70 Keluarga
Mengulik Senang-Susah Tinggal Seatap dengan 70 Keluarga

Tinggal bersama 70 keluarga dalam satu atap, Amhar dan Mustofa berbagi kisah senang dan sedih yang mereka alami. Apa saja ya?

https://www.inibaru.id/hits/mengulik-senang-susah-tinggal-seatap-dengan-70-keluarga