Menjajal Sensasi Makan Gudeg Malam Hari? Di Gudeg Malam Wong Jogja Saja

Menjajal Sensasi Makan Gudeg Malam Hari? Di Gudeg Malam Wong Jogja Saja
Seporsi Gudeg Malam Wong Jogja. (Iniabru.id/ Audrian F)

Kamu tinggal di Tembalang dan kelaparan di tengah malam? Mungkin kamu bisa cobain gudeg yang buka pada pukul 10 malam ini.

Inibaru.id - Saat menyusuri jalan sepulang mengerjakan tugas, perut saya "ribut" minta diisi. Seketika itu saya mendapati ada penjual makanan di Jalan Sirojudin, Tembalang, Kota Semarang. Pada banner warungnya juga tertera tulisan “Buka Pukul 10 Malam”. Namanya Gudeg Malam Wong Jogja. Makan gudeg di malam hari? Wah, menarik juga.

Gudeg buka pada pukul 10 malam. (Inibaru.id/ Audrian F)

Awalnya saya mengira kalau warung kaki lima ini akan sepi karena waktu bukanya yang nggak biasa layaknya warung-warung lain. Tapi semua dugaan saya itu salah. Begitu saya sampai di situ ternyata pelanggannya ramai. Nggak cuma hanya mahasiswa saja, masyarakat umum juga ada.

Tampilan warung gudeg ini tampak tradisional. Masih menggunakan grobak dan penerangannya hanya memakai lampu sentir. Segala macam lauk pauk dari ayam, telur bebek, ati, tahu, tempe gembus bacem, dan sambal goreng ditata dalam baskom enamel berlapis daun pisang.

Tampilanya tampak masih tradisional. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saya memesan satu porsi gudeg. Biar makin mantap, saya juga menambahkan ati ampela, tahu, dan tempe bacem. Gudegnya sedikit manis. Sambal gorengnya juga nggak begitu terasa pedasnya. Buat saya kurang nendang. Kalau takaran bumbu ditambah, pasti lebih nikmat.

Kekecewaan saya terobati dengan rasa ati ampela. Empuk dan bumbunya meresap. Begitupun dengan tahu dan tempe bacem yang memiliki rasa manis yang pas. Kedua lauk ini bisa saya bilang "penyelamat" gudeg. Satu porsi gudeg ini cuma Rp 8 ribu. Kalau mau tambah lauk pendamping saya cukup membayar mulai Rp 2 ribu - Rp 6 ribu. Malam itu saya hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 14 ribu untuk membayar satu porsi gudeg, ati ampela, tahu bacem, kerupuk gendar, dan segelas teh hangat.

Ada tiga orang yang senantiasa melayani pengunjung, yakni Adib, Rozi dan Kevin. Mereka mengaku berasal dari Temanggung dan sudah 3 tahun bekerja di sini. “Pemiliknya yang orang Jogja. Saya cuma pekerja di sini,” kata Adib.

Gudeg ini waktu bukanya pada pukul 10.00 sampai pukul 03.00 dini hari. Buat kamu yang banyak menghabiskan waktu di daerah Tembalang, bisa banget nih buat mampir ke sini. Lumayan enak kok meskipun cuma di pinggir jalan. (Audrian F/E05)