Gorengan Jadi Lebih Enak dan Sehat, 5 Cara Menjaga Minyak Goreng Bekas Tetap Jernih

Gorengan Jadi Lebih Enak dan Sehat, 5 Cara Menjaga Minyak Goreng Bekas Tetap Jernih
Minyak goreng bekas bisa tetap jernih dengan cara ini. (Halodoc)

Gorengan bisa enak juga dipengaruhi kelayakan minyaknya. Jika minyak jernih, gorengan akan makin gurih. Sebaliknya, jika berwarna cokelat atau bahkan hitam, warna gorengan nggak menarik dan malah nggak sehat. Yuk, intip cara menjaga minyak goreng tetap jernih berikut ini.

Inibaru.id – Sebal ya jika baru digunakan sebentar untuk menggoreng, minyak sudah keruh dan menghitam. Apalagi kalau untuk deep-fry, minyak goreng yang sebanyak itu rasanya sia-sia. Karena sudah kadung hitam, kita jadi malas memakainya lagi.

Buat kamu yang sering boros minyak goreng karena enggan pakai yang sudah keruh, yuk, simak tips yang satu ini. Dijamin, minyak goreng yang kamu pakai awet jernihnya.

5 Cara Menjaga Minyak Goreng Tetap Jernih

1. Mengatur Suhu Api Saat Memasak

Mengatur suhu api itu penting. (tastingtable.com)
Mengatur suhu api itu penting. (tastingtable.com)

Sangat penting lo untuk mengatur suhu saat memasak. Api yang terlalu besar akan membuat minyak goreng cepat panas. Nah, inilah yang membuat minyak goreng cepat berubah menjadi cokelat. Jika digunakan terus menerus, minyak akan keruh dan hitam.

Makanan yang digoreng pun akan terlalu berminyak. Buruknya lagi, mungkin hanya akan matang di luar tapi mentah di dalam. Kalau kamu ingin menggoreng dengan teknik deep fry, suhu yang sesuai adalah 180 derajat celcius. Kalau ingin lebih akurat, gunakan termometer untuk mengukurnya.

2. Segera Bersihkan Sisa Makanan

Saring semua sisa makanan yang tertinggal. (Youtube)
Saring semua sisa makanan yang tertinggal. (Youtube)

Biasanya, setelah makanan digoreng, ada sisa tepung atau rontokan dari makanan pada minyak goreng. Kalau mengendap, sisa-sisa makanan tersebut akan menurunkan kualitas minyak. Tanda minyak yang sudah nggak lagi berkualitas adalah keruh dan hitam.

Sebelum minyak bekas kamu simpan, singkirkan dulu sisa-sisa makanan dengan menyaringnya ya. Lakukan penyaringan sampai bersih.

3. Menyimpan Minyak dengan Benar

Pastikan minyak yang kamu simpan nggak terkena cahaya ya. (unsplash/@robertina)
Pastikan minyak yang kamu simpan nggak terkena cahaya ya. (unsplash/@robertina)

Asal kamu tahu, warna minyak bisa tetap hitam walau nggak dipakai memasak. Penyebabnya, penyimpanan yang nggak benar. Hindari tempat yang terpapar cahaya atau sumber panas.

Simpanlah minyak goreng pada wadah yang tertutup rapat di tempat gelap.

4. Pisahkan Minyak

Pisahkan bekas minyak berdasarkan bahan makanan yang habis digoreng. (Caribbeanpot)
Pisahkan bekas minyak berdasarkan bahan makanan yang habis digoreng. (Caribbeanpot)

Akan lebih baik kamu menyimpan minyak bekas sesuai dengan jenis makanan yang digoreng. Dengan begitu, nggak ada lagi tumpang tindih rasa. Kalau perlu beri label agar nggak salah pakai.

5. Nggak Menggunakan Minyak Secara Berulang

Maksimal penggunaan minyak goreng bekas adaah 3 kali dengan catatan beum hitam. (Thinkstockphotos)
Maksimal penggunaan minyak goreng bekas adaah 3 kali dengan catatan beum hitam. (Thinkstockphotos)

Pemakaian minyak yang wajar adalah tiga kali. Tapi, jika belum tiga kali minyak goreng sudah berbusa, sebaiknya jangan dipakai lagi. Selain itu, minyak yang tercium bau tengik juga nggak boleh kamu pakai karena sudah rusak.

Hm, tips di atas cukup mudah ya, Millens. Yuk, praktik biar nggak boros lagi beli minyak goreng. (Bob/IB21/E03)