Gecok, Kuliner Olahan Daging Kambing Khas Semarang

Gecok, Kuliner Olahan Daging Kambing Khas Semarang
Gecok Kambing. (Media Sari/Saliha)

Semarang punya beragam kuliner khas yang berasal dari olahan daging. Salah satunya adalah Gecok dengan daging kambing sebagai bahan utamanya.

Inibaru.id – Bagi sebagian pencinta kuliner, daging menjadi salah satu olahan yang paling digemari. Seperti halnya di Indonesia, menu olahan daging menjadi menu khas beberapa daerah dengan cita rasa yang kaya akan rempah. Di Kabupaten Semarang, ada kuliner unik dari olahan daging kambing yang bernama gecok.

Bila dirunut dari namanya, kata gecok adalah gabungan dari kata geget dan cokot. Nama ini dipilih karena kamu bisa menemukan daging di sekitar tulang daging yang ada di sajian itu.

Jika dilihat sekilas, gecok mirip dengan tengkleng. Kedua menu itu sama-sama mengambil bagian kambing yang sama sebagai bahan dasarnya. Namun, hal yang membedakan yakni tengkleng menggunakan santan, sedangkan gecok nggak menggunakan santan. Gecok menggunakan ampas minyak kelapa untuk mengentalkan kuahnya.

Bumbu gecok juga umumnya lebih pedas ketimbang tengkleng. Rasa ekstra pedas yang berasal dari paduan bumbu cabai dan merica bahkan dianggap sebagai obat lelah bagi sebagian orang. Ini karena ketika menyantap gecok yang pedas, tubuh menjadi berkeringat sehingga tubuh akan terasa lebih segar sesudah menikmatinya.

Nggak cuma itu, gecok juga kaya akan rempah. Dalam pembuatannya, gecok bisa menggunakan lebih dari 20 jenis bumbu rempah, Millens.

Konon, zaman dulu gecok dikenal sebagai jamu yang biasanya diminum untuk mengobati rasa capek dan lelah. Bahan-bahannya juga terdiri dari cabai jawa dan merica. Cabai jawa ini merupakan salah satu bahan dasar jamu yang sampai sekarang masih digunakan. Gimana, mau coba? (IB07/E04)