Gara-Gara New Normal, Tradisi Makan di Rumah Makan Padang Ini Bisa Hilang

Gara-Gara New Normal, Tradisi Makan di Rumah Makan Padang Ini Bisa Hilang
Ilustrasi nasi padang. (iStock)

Di fase new normal, kamu bisa kembali menikmati makanan padang di tempatnya. Hanya, ada beberapa prosedur yang bikin tradisi makan di rumah makan padang jadi hilang demi mencegah virus corona. Apa saja ya tradisi-tradisi tersebut? 

Inibaru.id - Rumah makan padang merupakan salah satu tempat makan paling populer di Indonesia. Nggak hanya soal rasa makanannya yang sangat menggoda, rumah makan padang juga memiliki tradisi unik dalam hal penyajian. Memang, nggak semua rumah makan padang melakukannya. Namun, kamu pasti pernah kan melihat seluruh lauk yang ada ditumpuk di tangan kiri pelayan lalu dihidangkan di meja depan para pengunjung?

Sayangnya, gara-gara pandemi corona, tradisi ini bisa hilang untuk sementara waktu, lo Millens. Memang, Indonesia sudah memasuki fase new normal. Namun, tetap saja tradisi penyajian ini nggak bisa begitu saja diberlakukan kembali. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 di antara para pelanggan.

Seorang pakar kuliner bernama Profesor Murdijati Gardjito menyebut pengelola rumah makan padang mau nggak mau harus beradaptasi dengan new normal. Sebagai contoh, mereka mesti menyajikan makanan yang hanya akan dimakan oleh pengunjung, bukannya menyajikan seluruh lauk di meja pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi penularan virus via makanan ke pelanggan lain.

“Karena sangat berisiko kembali setelah dihidangkan untuk seseorang, lalu dihidangkan untuk orang lain,” ucap Murdijati pada Selasa (9/6/2020)

Makanan padang sangat nikmat untuk dikonsumsi langsung di tempat.(instagram.com/afterworking)
Makanan padang sangat nikmat untuk dikonsumsi langsung di tempat.(instagram.com/afterworking)

Biasanya, usai pengunjung makan di rumah makan padang, setelah makan langsung mencuci tangan dengan air dalam kobokan, lalu mengeringkannya dengan kain. Di fase new normal, Murdijati menyarankan untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. 

RM Padang diminta untuk mengganti kobokan dengan meminta pelanggan mencuci tangan dengan sabun di wastafel. Pasalnya, kobokan ternyata berpotensi jadi sarang virus dan bakteri.

Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap orang harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Lap kain juga harus diganti dengan alat pengering yang lain agar nggak dipakai bergantian oleh banyak orang.

Hingga saat ini, sejumlah rumah makan padang sudah mulai menerapkan protokol kesehatan baru di masa pandemi ini. Protokol kesehatan itu mau nggak mau mengganti tradisi yang sudah menjadi tradisi turun temurun di rumah makan padang.

Tradisi menyiapkan lauk dan menyajikannya semua di meja pelanggan ini sangat unik dan sayang kalau ditinggalkan, ya Millens. Semoga saja pandemi corona bisa segera berlalu agar tradisi ini bisa kembali. (Cnn/IB24/E07)