Enak dan Sehatnya Menu Vegetarian di Rumah Makan Karuna

Sejak berdiri pada 2001 lalu, Rumah Makan Vegetarian Karuna nggak kehilangan peminatnya dan mampu bertahan hingga kini. Seperti apa rasanya?

Enak dan Sehatnya Menu Vegetarian di Rumah Makan Karuna
Salah satu menu di Rumah Makan Vegetarian Karuna. (Inibaru.id/Artika Sari)

Inibaru.id – Kamu yang ingin mengubah pola makan agar lebih sehat atau sedang menjalani program pembentukan badan, menjadikan Rumah Makan Karuna sebagai andalanmu mungkin menjadi pilihan tepat. Ya, rumah makan yang berada di Jalan Depok No 47 Kembangsari, Semarang, Jawa Tengah, ini memang khusus menyajikan menu-menu sehat dan bergizi dengan bahan organik dan dimasak tanpa bahan kimia buatan. 

Berkonsep prasmanan, Karuna menjadi tempat makan yang menyajikan menu-menu vegetarian. Jadi, kamu bisa memilih sendiri menu-menu yang ingin kamu cicipi. Namun ingat, jangan berlebihan, ya. Di tempat tersebut, kalau kamu nggak mampu menghabiskan apa yang kamu ambil, kamu wajib membayar denda sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Seng Nam Tjhiang, pemilik Karuna, memang menerapkan aturan tersebut supaya nggak ada makanan yang terbuang sia-sia dan manusia lebih menghargai hasil alam. Denda yang harus kamu bayar itu nantinya akan didonasikan untuk anak-anak yatim piatu.

(Inibaru.id/Artika Sari)

Interior sederhana Rumah Makan Karuna. (Artika Sari/Inibaru.id)

Belum lama ini, siang di Semarang yang terik dan perut yang keroncongan mengantarkan saya ke Rumah Makan Karuna. Kebetulan menu yang ditawarkan di sana sesuai dengan diet yang tengah saya jalani. Hm, saatnya makan siang!

Kesan sederhana begitu kentara di sini. Dengan kursi dan meja makan berwarna cokelat muda serta nggak banyak sentuhan "seni kontemporer" umumnya kafe modern, rumah makan ini agak terlihat usang. Namun begitu, saya justru melihat sisi elegan dari rumah makan yang buka pukul 09.00-21.00 WIB tersebut. Dinding-dinding Karuna dipenuhi slogan-slogan kehidupan dalam bahasa Mandarin dan pesan-pesan untuk menghargai hasil alam.

Selain menyajikan menu masakan khusus vegetarian, rumah makan tersebut rupanya juga menjual pelbagai "biji-bijian". Pada satu rak tinggi, berjajar dengan rapi berbagai biji-bijian, mulai dari cranberry, raisin, biji bunga matahari, biji labu, beras hitam, beras pelangi, hingga beras merah. Semuanya berlabel "organik". Hm, begitu memanjakan para vegan dan pejuang diet nih!

(Inibaru.id/ArtikaSari)

Bahan makanan organik di rak Rumah Makan Karuna. (Artika Sari/Inibaru.id)

Etalase untuk sajian makanan prasmanan berada tepat di belakang rak bahan makanan organik. Wah, menu-menunya begitu menggugah selera makan saya! Aneka sayuran seperti jamur saus lada hitam, kembang tahu, bothok mlanding, bakso jamur, sate kedelai, kekian, sate tempe, hingga steak jamur tersedia di sini. Harganya berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 60 ribu.

(Inibaru.id/ArtikaSari)

Sate tempe. (Artika Sari/Inibaru.id)

Dari segi tampilan, saya begitu tergoda untuk mencicipi satai tempe, kekian jamur, jamur saus lada hitam, dan "steak ayam" yang dibuat dari tepung kedelai. Untuk seluruh makanan itu, saya hanya perlu merogoh kocek nggak lebih dari Rp 22 ribu saja. Hm, murah sekali!

Rasa satai tempe agak gurih dengan rasa ketumbar yang lumayan terasa. Cukup berterima untuk lidah saya! Sementara, untuk menu jamur saus lada hitam, teksturnya cukup mengingatkan saya pada daging ayam dan kenyal di lidah. Rasanya manis, tapi nggak berlebihan.

Kemudian, ada steak ayam. Dari segi penyajian, sajian steak tersebut begitu menipu. Disajikan lengkap dengan kentang dan wortel, saya sempat nggak menyangka bahwa yang disebut steak itu bukan berbahan ayam, melainkan tepung kedelai. Rasanya? Lumayanlah!

(Inibaru.id/ArtikaSari)

Kembang kol dan jamur lada hitam. (Artika Sari/Inibaru.id)

 

Namun, dari semua menu yang saya pilih, kekian jamur adalah yang paling saya suka. Kenapa? Karena rasanya mirip banget dengan empal! Dengan tampilan yang mirip jamur krispi dibubuhi saus teriyaki, rasa bumbunya nggak hanya meresap di jamur, tapi juga meresap di hati saya yang pernah patah berkali-kali. Ha-ha. (Oke, Millens, abaikan saja kalimat terakhir ini.)

Baiklah, saya puas dengan menu yang disajikan. Nggak berhenti di situ, saya juga menyematkan kekaguman pada Tjhiang, sang pemilik Rumah Makan Karuna, yang mengaku sengaja mendirikan rumah makan vegetarian ini untuk menyehatkan masyarakat. Ini keren! Menurutnya, dengan menjadi vegetarian, seseorang nggak hanya menyehatkan tubuhnya, tapi juga spiritual dan lingkungannya.

“Alam sudah menyediakan semua yang dibutuhkan manusia, tinggal bagaimana kita mengolahnya,” tutur lelaki berusia 56 tahun tersebut.

Dia mengatakan, selain menyehatkan badan, spiritual, dan lingkungan, menjadi seorang vegetarian sejatinya juga membuat kita bisa lebih berhemat.

Nah, Millens, sudah pernah mampir ke sini? Mampirlah ke sini, ada banyak menu menyehatkan yang bisa kamu jajal, loh! (Artika Sari/E03)