Empat Kuliner Tradisional Jepara Ini Eksotis dan Layak Kamu Cicipi

Kuliner-kuliner tradisional khas Jepara ini selain bernama unik dan eksotis juga bakal membuat kunjunganmu ke kota itu bakal lebih berkesan. Apa saja?

Empat Kuliner Tradisional Jepara Ini Eksotis dan Layak Kamu Cicipi
Moto belong. (kooliner.com)

Inibaru.id – Kalau ke Jepara, untuk piknik atau urusan bisnis seperti beli perabotan ukir-ukiran atau memborong kain tenun troso, Sobat Millens perlu juga mencicipi jajanan khasnya.

Di salah satu kabupaten di Jawa Tengah itu, kamu bisa menjumpai beragam jenis jajanan tradisional yang eksotis, dan tentu saja kena di lidah kamu, plus kebutuhan perut kamu terpenuhi. Seperti dikutip dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id (12/9/2017), tiga di antara jajanan itu adalah horog-horog, moto belong, dan rondo royal. Dari namanya saja sudah terdengar eksotis, bukan?

Oya, jangan lupa seruput  satu minuman khas Jepara yang berdaya sebagai jamu. Namanya juga eksotis: adon-adon coro.

Horog-Horog

Horog-horog (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Camilan ini terbuat dari tepung pohon aren. Tergolong penganan langka karena tak mudah dijumpai selain di Jepara.

Perlu kamu tahu, horog-horog sudah populer semenjak masa Revolusi Indonesia, antara 1945-1950. Umumnya, penganan ini dikudap bareng sate kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Kadang-kadang, horog-horog diberi santan dan sedikit gula pasir layaknya bubur. Bagi masyarakat Jepara, jajanan ini jadi sumber karbohidrat pengganti nasi atau lontong.

Keunikannya bisa dijumpai dari cara pengambilan bubuk dari pohon arennya. Biasanya para pembuat horog-horog akan menggunakan sisir sehingga tepungnya berbentuk butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin. Tepung aren ini setelah dibersihkan, kemudian dikukus hingga matang dan setelah didinginkan, horog-horog akan bertekstur kenyal.

Tapi untuk bikin horog-horog kadangkala perlu upaya superkeras, Millens. Pasalnya, untuk memperoleh pohon aren, orang Jepara akan berburu sampai ke luar daerah seperti ke Rembang, Pati, dan Blora.

Moto Belong

Moto Belong (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Penganan yang disebut juga moto blong ini mudah dijumpai di pasar- pasar tradisional di Kabupaten Jepara. Penamaannya berasal dari ungkapan Jawa “moto” (mata) dan “belong” (melotot).  Wajar saja, bentuk camilan ini memang menyerupai mata yang sedang melotot.

Penasaran cara bikinnya? Simpel kok: parut singkong dan peras lalu isilah dengan pisang. Proses pembalutan pisang dengan parutan singkong akan membentuk kapsul. Biasanya pembuatnya akan menggunakan pewarna untuk membuat jajanan ini lebih menarik. Ketika akan disantap, moto belong dilengkapi parutan kelapa, gula, dan garam.

Rondo Royal

 

Rondo royal (seputar-jateng.com)

Monyos yang memiliki nama keren rondo royal ini terbuat dari tepung beras yang diisi dengan tape lalu digoreng. Cita rasanya unik karena perpaduan rasa asin, asam, dan manis. Paduan rasa itu yang lalu diasosiasikan dengan janda genit. Ya, rondo royal diterjemahkan sebagai janda yang royal atau genit. Agak kurang nyaman ya sebutan itu. Tapi nggak perlu dibahas lebih jauh. Maklum, nama itu populer dan diterima khalayak penikmat camilan ini.

Nah, camilan ini asyik disantap saat masih panas. Di Jepara, kamu mudah menjumpai para pedagang rondo royal di pasar-pasar tradisional.

Adon–Adon Coro

Adon-adon coro (seputar-jateng.com)

Ini minuman jamu yang berisi campuran rempah-rempah, antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkih, dan lengkuas yang disiram dengan santan, jahe, gula merah, dan air. Rasanya pedas di lidah, hangat di tenggorokan dan perut, mirip dengan wedang jahe. Salah satu penjual adon-adon coro berada di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara, di sebelah utara Alun-alun Kota Jepara.

Nah, Sobat Millens, berkunjung ke Jepara bakal lebih makjleb di dalam hati bila kamu sempat mencicipi satu atau semua camilan khas itu. (IB02/E03)