Semula Rumah Dinas, Kini Ndoro Donker Jadi Tempat Asyik untuk Minum Teh
Dari luar, kesan klasik sudah ditampilkan Rumah Teh Ndoro Donker. (Instagram/fanny_nh)

Semula Rumah Dinas, Kini Ndoro Donker Jadi Tempat Asyik untuk Minum Teh

Rumah Teh Ndoro Donker adalah salah satu tempat makan yang terkenal di Karanganyar, Jawa Tengah. Menilik sejarahnya, rumah ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, lo!

Inibaru.id – Rumah Teh Ndoro Donker adalah salah satu tempat nongkrong yang asyik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Berlokasi di Jalan Afdeling Kemuning Nomor 18, Kecamatan Ngargoyoso, tempat ini menyuguhkan pemandangan indah kebun teh dari kaki Gunung Lawu.

Tiba di sana, kesan klasik dari bangunan ini terpancar kuat. Melihat interiornya, tea house tersebut cocok digunakan untuk acara berkonsep garden party. Dengan furnitur yang didominasi warna putih, suasana romantis bisa didapatkan pengunjung yang datang ke sana bersama pasangan.

https://dcatqueen.com/wp-content/uploads/2017/01/IMG20161209143612-720x360.jpg

Ndoro Donker cukup sering menjadi lokasi pernikahan. (Dcatqueen)

Di Indonesia, Rumah Teh Ndoro Donker terbilang memiliki sejarah cukup panjang. Rumah ini didirikan oleh seseorang botanis bernama Donker dari Belanda pada 1700-an. Donker yang ahli dalam tanaman kemudian mengembangkan perkebunan teh.

Di mata warga sekitar, Donker dipandang sebagai atasan yang baik. Warga menjadi segan sehingga mereka pun memanggilnya Ndoro Donker. Dalam bahasa Indonesia, ndoro berarti tuan.

Setelah Donker nggak menempatinya, rumah ini kemudian menjadi rumah dinas Kepala Kebun Teh PT Rumpun Sari Kemuning. Entah sejak kapan bangunan ini nggak dipakai menjadi rumah dinas. Pada 2011, PT Rumpun Sari menjadikan bangunan itu sebagai tea house.

Salah satu menu di Rumah Teh Ndoro Donker. (Travelingyuk/Nurlaili S)

Menarik kan? Kamu yang tertarik melihat keindahan Rumah Teh Ndoro Donker dan perkebunan tehnya harus menyempatkan diri menyambanginya saat ke Karanganyar.

Supaya makin seru, ajak pasangan atau teman-temanmu ya! Menu-menu di sana juga menarik untuk dicicipi, kok. Kapan lagi bisa ngeteh sembari membayangkan Karanganyar tempo doeloe? Ha-ha. (IB15/E03)