Disarankan Hanya Dua, Berbahayakah Jika Minuman Probiotik Dikonsumsi Lebih Banyak?

Disarankan Hanya Dua, Berbahayakah Jika Minuman Probiotik Dikonsumsi Lebih Banyak?
Karena rasanya enak, banyak orang yang mengonsumsi minuman probiotik lebih banyak dari yang dianjurkan. (Flickr/ Marco Verch)

Kamu pasti pernah mendengar iklan minuman probiotik yang disarankan hanya dikonsumsi sebanyak dua kemasan saja. Hanya, karena rasanya enak, banyak yang mengonsumsinya lebih banyak. Apakah hal ini bisa membahayakan kesehatan?

Inibaru.id - Ada banyak jenis merek minuman probiotik yang dijual di Indonesia. Namun, yang paling dikenal tentu adalah yang iklannya menyarankan kamu untuk minum dua kemasan saja per hari. Hanya, jika dicermati, kemasannya sangat kecil sehingga membuat kamu nggak puas meski sudah minum dua. Lantas, apakah tidak apa-apa jika kamu mengonsumsinya lebih banyak?

Minuman yang terbuat dari fermentasi susu skim dan gula plus tambahan bakteri Lactobacillus casei shirota strain ini punya kombinasi rasa yang unik. Selain asam sebagaimana yogurt pada umumnya, kamu juga akan merasakan sensasi manis. Hanya, teksturnya nggak sepadat yogurt. Hal inilah yang membuat kamu bisa kecanduan!

Ada orang yang mengaku kecanduan yogurt hingga mengonsumsinya empat kemasan sekaligus. Kalau kurang, perutnya justru terasa kembung. Pakar kesehatan pun menyarankan konsumsi minuman probiotik dibatasi sesuai dengan saran di iklan, yakni dua botol saja setiap hari.

Minuman probiotik baik bagi kesehatan usus dan pencernaan. (Flickr/Jonathan Lin)
Minuman probiotik baik bagi kesehatan usus dan pencernaan. (Flickr/Jonathan Lin)

Memang, minuman probiotik bisa menyehatkan usus, menurunkan kadar racun di dalam saluran pencernaan, dan memperbaiki keseimbangan bakteri di dalamnya. Hal ini tentu akan berimbas pada sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Hanya, bukan berarti banyak meminumnya jauh lebih baik.

Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan gula berupa sukrosa dan laktosa di dalamnya. Jika sampai dikonsumsi terlalu banyak, bisa jadi hal ini akan membuat asupan gula harian melebihi saran yang direkomendasikan. Padahal, jika sampai konsumsi gula terlalu banyak, bisa bikin berat badan naik atau bahkan meningkatkan risiko diabetes.

Kemasannya Sengaja Dibuat Mungil

Lantas, kalau memang rasanya enak dan disukai banyak orang, mengapa produsen minuman probiotik memilih untuk membuatnya dalam kemasan yang kecil? Ternyata ada alasan khusus dari hal ini lo.

Pada 2013 silam, warga Filipina sempat melakukan protes pada produsen salah satu merek minuman probiotik asal Jepang. Mereka meminta produsen untuk membuat minuman ini dalam kemasan satu liter. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah.

Alasannya ternyata demi faktor kehigienisan. Padahal, minuman probiotik isinya adalah bakteri baik. Kalau sudah nggak higienis, bisa jadi jumlah bakteri baik ini berkurang drastis dan akhirnya membuat fungsi minuman ini hilang begitu saja.

"Botol kecil itu higienis. Orang cenderung akan membiarkan botol minumannya terbuka bila belum habis. Kalau hal yang sama dilakukan pada minuman probiotik, risiko kontaminasi bakteri dan infeksinya tinggi," ujar perwakilan dari produsen minuman probiotik dari Malaysia pada November 2013 silam.

Jadi, sudah tahu kan alasan mengapa botol minuman probiotik kecil dan kamu disarankan untuk minum dua botol saja sehari, Millens? Meski enak, jangan dikonsumsi terlalu banyak, ya? (Mer/IB03/E07)