Diplomasi Lewat Makanan Ala Ria Papermoon

Makanan memang enak disantap sambil ngobrol. Namun, makanan juga bisa jadi alat diplomasi, lo.

Diplomasi Lewat Makanan Ala Ria Papermoon
Seniman teater boneka pendiri Papermoon Puppet Theatre. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Inibaru.id – “Makanan itu udah seperti obat diplomasi nomor satu kalau di luar negeri,” ujar seniman Papermoon Puppet Theatre Maria Tri Sulistyani, "makanan Indonesia nggak boleh ketinggalan di mana pun aku berada."

Sebagai seniman teater boneka yang sudah mendunia, perempuan yang akrab disapa Ria Papermoon itu memang sering pentas di luar negeri. Nah, saat di negeri orang itulah, dia mengobati rasa kangennya kepada Tanah Air dengan mencari makanan Indonesia di sana.

Nggak jarang, Ria memasak makanan Indonesia di tempatnya menginap. Dia kemudian mengundang teman-temannya untuk makan bersama.

“Aku malah sering ngomong ke teman seniman lain, kamu aku masakin makanan Indonesia, ya. Terus, kami ngobrol di dalam apartemen. Dari situ kami ngobrol banyak hal. Jadi obrolan kami bisa meluas, nggak sebatas karya dan karya saja,” terang Ria.

Hal inilah yang mendorong Ria untuk membuat acara “When Pupeteers Cook” pada rangkaian Pesta Boneka #6 yang digelar di Desa Kepek, Sewon, Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (14/10/2018) lalu.

Dalam acara itu, nggak kurang dari 29 seniman dari 16 negara turut memasak. Mereka memasak dan menyajikan makanan khas negaranya kepada para pengunjung. Tentu saja masakannya bermacam-macam, mulai dari mango sticky rice, tom yam kum, fried ring tomatoes, hingga pasta.

Ada tantangan tersendiri yang diberikan pihak panitia kepada seniman. Tantangan itu di antaranya mereka harus memasak di ruang terbuka dan siap dikelilingi warga kampung dan pengunjung umum. Sebelum memasak, seniman luar negeri itu juga diajak ke pasar tradisional untuk berbelanja bahan makanan.

“Mereka dikelilingi ibu-ibu, bapak-bapak. Namanya ibu-ibu kan juara dapur, ya. Pasti ada yang komentar kemanisanlah atau keasinan, padahal kan itu bumbunya sana,” tutur Ria.

Namun, dari acara itu, Ria mengaku mendapat pelajaran berharga. Pelajaran itu adalah bahwa seniman adalah orang biasa.

"Mereka di situ sebatas orang yang memasak dan mencicipi makanan, nggak ada panggung di antara mereka. Nggak peduli seniman itu dapat banyak tepuk tangan di panggung apa nggak,” pungkasnya.

Hm, menarik juga ya, Millens. Dari makanan, seseorang bisa mengobrol banyak hal dan terasa lebih akrab. Yap, makanan memang alat diplomasi terbaik! (Ida Fitriyah/E03)