Dibuat dari Jantung Pisang, Sego Sambel Ontong Santan Disukai Warga Kudus

 Dibuat dari Jantung Pisang, Sego Sambel Ontong Santan Disukai Warga Kudus
Sego sambel ontong santan. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain lentog dan garang asem, Kudus juga punya sego sambel ontong santan yang banyak dicari warga. Sayang, masakan ini sudah jarang ditemui di pasaran.

Inibaru.id – Pohon pisang laiknya pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan semua bagiannya. Buah pisang bisa dimakan, daunnya sebagai pembungkus, batangnya diperlukan untuk pentas wayang, tapi jantung pisangnya untuk apa?

Di Kudus, bagian itu pun bisa diubah menjadi makanan yang lezat, lo. Jantung pisang atau dalam bahasa Kudus disebut ontong ini bisa diolah menjadi sego sambel ontong santan.

Sesuai dengan namanya, makanan ini merupakan gabungan dari empat unsur; nasi, sambal, ontong, dan santan. Bahan utamanya tentu saja ontong. Namun, ontong yang diolah harus sudah matang, ya!

Salah seorang penjual sego sambel ontong santan Elok Zubaidah mengatakan, ada dua cara untuk mengolah ontong.

“Ontong atau jantung pisang itu lebih dulu dimasak. Dikukus bisa, dibakar juga bisa,” ujarnya saat ditemui pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus beberapa waktu lalu.

Elok memilih untuk mengukus ontong yang akan dijualnya. Menurut Elok, pengukusan membuat ontong lebih empuk sehingga lebih enak untuk dinikmati.

Jantung pisang diberi santan pertama yang masih kental. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nah, kalau ontong sudah siap diolah, langkah selanjutnya adalah mencampur ontong dengan sambal. Sambal untuk sajian ini sebenarnya sederhana yakni terdiri atas cabai, terasi, bawang putih, dan garam. Hanya saja, ada tambahan sedikit kencur dalam sambal itu.

Ontong lantas digeprak bersamaan dengan sambal. Setelah itu, ditambahkan santan. Eits, tapi yang perlu diingat, santan yang dipakai dalam sajian ini adalah santan hasil perasan pertama, Millens. Karena perasan pertama, santannya lebih kental dan gurih.

Selain empat unsur utama itu, sego sambel ontong santan biasanya ditambah iwak pe atau ikan pari panggang. Nggak heran kalau sajian khas Kudus ini kaya rasa terutama gurih dan pedas. Rasa gurih berasal dari santan, sedangkan pedas dari sambal. Namun, jangan makan ontong tanpa uborampen itu ya karena rasanya bakal hambar.

Ontong dan iwak pe digeprak dengan santan pertama. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Harga sego sambel ontong santan ini cukup terjangkau, kok. Seporsi plus iwak pe hanya dihargai Rp 10 ribu. Murah, kan?

Digemari Warga Kudus

Sego sambel ontong santan ini termasuk sajian tradisional yang sudah jarang ditemui. Maklum saja, saat disajikan pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, makanan ini langsung diserbu warga.

Mulai buka pukul 10.00 WIB, dagangan Elok langsung diborong para pengunjung. Saat saya berkunjung ke lapak Elok sekitar pukul 11.30 WIB, sambal untuk ontong sudah ludes. Hanya ontong dan santannya saja yang tersisa. Karena penasaran, saya akhirnya hanya makan ontong dan santannya.

“Tadi bawa sekitar 40 ontong, sekarang sudah nggak ada separuhnya,” imbuh Elok.

Ontong santan yang sudah jadi. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Waktu itu, warga asal Bakalan Krapyak, Kota, Kudus tersebut mengaku dalam 90 menit lapaknya dibuka, dia kewalahan melayani pembeli. Saat menikmati makanan khas ini pun, banyak pengunjung yang mampir dan menanyakan persediaan sego sambel ontong santan. Paling tidak ada 10 orang yang bertanya selama 30 menit saya makan di lapak Elok.

Ini cukup membuktikan kalau sajian ini memang diburu warga Kudus. Sayang, selain di festival kuliner tersebut, perempuan 52 tahun itu nggak membuka warung khusus sego sambel ontong santan. Jadi, kalau ada yang ngebet pengin makan ya mesti mencari di tempat lain atau membuat sendiri di rumah. Sobat Millens sudah mencoba masakan ini? (Ida Fitriyah/E05)