Di Temanggung, Kamu Bisa Pesan Bajingan dan Menikmatinya Lo

Di Temanggung, Kamu Bisa Pesan Bajingan dan Menikmatinya Lo
Bajingan di Temanggung bisa dicicipi, lo. (Kompas/Muhammad Rizal Adiakurnia)

Bajingan lebih dikenal sebagai salah satu istilah umpatan. Padahal, aslinya bajingan adalah nama profesi bagi pengendali gerobak sapi. Kalau di Temanggung, beda lagi malahan. Bajingan bisa dipesan dan dinikmati, lo. Kok bisa, sih?

Inibaru.id – Meski memiliki makna asli berupa profesi baik-baik, realitanya orang Indonesia kadung terbiasa menggunakan ‘bajingan’ sebagai salah satu bentuk umpatan saat kesal atau pengin memaki orang. Nah, menariknya, kalau di Temanggung, bajingan bisa dipesan. Kamu bahkan bisa menikmatinya, lo.

Omong-omong soal istilah ‘bajingan’, sebenarnya aslinya adalah sebutan bagi profesi pengendara gerobak sapi. Konon, profesi ini sudah umum pada abad ke-16 atau saat Mataram Islam menguasai sebagian Jawa. Yang menarik, ‘bajingan’ ini ada singkatannya dalam Bahasa Jawa, lo, yakni ‘bagusing jiwo angen-angening pangeran’ yang kalau diartikan adalah jiwa yang baik dan disukai Tuhan.

Kok artinya sebagus itu? Ya karena di zaman dahulu, keberadaan bajingan dianggap membantu masyarakat yang ingin membawa hasil pertaniannya untuk dijual atau didistribusikan ke masyarakat. Selain itu, di masa perang kemerdekaan, banyak bajingan menyembunyikan pejuang di balik hasil panen atau rumput yang ada di gerobak sapi sehingga menyelamatkan nyawanya.

Lantas, kok bisa berubah maknanya jadi buruk? Sejarah mencatat kalau buku Max Havelaar yang rilis pada 1860 dan ditulis Multatuli mencantumkan bajingan sebagai umpatan. Meski begitu, umpatan ini ditujukan kepada tokoh di dalam buku tersebut.

Kalau soal kapan mulai dijadikan umpatan populer, diperkirakan dari 1900 sampai 1940-an. Saat itu, jumlah bajingan mulai menurun sehingga banyak warga yang kesal karena harus menunggu lama padahal sudah sangat membutuhkan jasanya.

Aslinya, istilah bajingan berasal dari profesi pengendali gerobak sapi. (Bernasnews/ Zidan Akbar Ramadhan)
Aslinya, istilah bajingan berasal dari profesi pengendali gerobak sapi. (Bernasnews/ Zidan Akbar Ramadhan)

Begitu para bajingan dan gerobaknya datang, mereka pun berkata dengan kesal “Bajingan kok suwe tekone,” (bajingan kok lama banget datangnya). Nah sejak saat itulah, bajingan seperti jadi kata yang mantap untuk dijadikan umpatan.

Di Temanggung, Bajingan Bisa Dipesan dan Dicicipi

Kalau di Temanggung, Jawa Tengah, bajingan beda lagi artinya. Bukannya umpatan atau kusir gerobak sapi, bajingan di sini malah berarti camilan dari singkong dengan rasa manis dan bikin kenyang. Maklum, singkong ini direbus dengan gula merah, santan, serta daun pandan.

Kamu pun bisa memesan bajingan yang terbuat dari singkong empur alias singkong yang berada dalam kondisi lunak ini sembari menikmati minuman hangat di kabupaten yang dikenal cukup sejuk ini. Duh, rasanya kok enak, ya?

Menariknya, istilah bajingan untuk penganan ini terkait juga dengan profesi pengendali gerobak sapi. Jadi, konon di zaman dahulu, di Temanggung banyak bajingan gerobak sapi yang mengonsumsi camilan ini. Jajanan ini bahkan seperti jadi camilan wajib saat para bajingan anggota paguyuban berkumpul. Lambat laun, penganan ini ikutan disebut sebagai bajingan juga.

Tertarik memesan bajingan di Temanggung juga nggak, nih, Millens? Sehabis makan dijamin puas kok, bukannya mengumpat. Haha. (Nat, Sol/IB09/E05)