Di Sini, Kamu Bisa Pesan Pecel dengan Bahasa Jerman

Di Sini, Kamu Bisa Pesan Pecel dengan Bahasa Jerman
Ada warung di mana kamu bisa pesan pecel dengan Bahasa Jerman. (Inibaru.id/Audrian F)

Pecel sering dianggap sebagai makanan tradisional yang banyak penggemarnya. Nah, ada warung di mana kamu bisa pesan pecel dengan Bahasa Jerman, lo. Hm, kok bisa sih?

Inibaru.id – Kira-kira, apa ya Bahasa Jerman-nya pecel? Kalau yang itu sih mending nggak usah dipikir serius, ya? Tapi, ada lo sebuah warung unik di mana kamu bisa pesan pecel dengan Bahasa Jerman. Kok, bisa?

Jangan ngebayangin dulu warung pecel ini dimiliki oleh orang Jerman. Yang memilikinya orang Indonesia asli. Nama warungnya adalah Warung Pecel dan Lodeh Mak Nah yang ada di kawasan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur.

Lantas, apa kaitannya sama Jerman kok sampai-sampai kita bisa pesan pecel dengan Bahasa Jerman di sana? Nah, kalau soal ini, karena yang mendirikan sekaligus mengelolanya bisa berbahasa Jerman, yakni Kemi Dunggio.

Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang umum di Indonesia. Beda banget dengan Bahasa Inggris, Mandarin, Korea, atau Jepang yang sepertinya banyak peminatnya. Kemi ini dulunya adalah seorang pemandu wisata khusus untuk wisatawan dari Negeri Panser, Millens. Sayangnya, ya karena orderannya sepi dan sebagian besar orang Jerman bisa berbahasa Inggris, Kemi pun banting setir membuka usaha kuliner pada 2014.

Kalau namanya adalah Kemi Dunggio, kok nama warungnya adalah Mak Nah? Kalau yang ini, karena penganan yang dia jual semua dibuat dari resep sang ibu, Mak Katinah. Nama resmi warungnya sih Warung Jadoel Pecel Lodeh Kwali Mak Nah. Omong-omong, sang ibu masih tinggal di Blitar, Millens.

Warung Pecel Mak Nah. (restaurantguru.com)
Warung Pecel Mak Nah. (restaurantguru.com)

Kalau mau wisata kuliner ke warung ini, bisa datang pagi-pagi. Maklum, sejak pukul 06.00 WIB, sudah siap sedia melayani pelanggan. Jika kamu datang setelah pukul 13.00 WIB, biasanya sudah beres-beres mau tutup karena memang sudah habis.

Meski ada di kota besar, jangan bayangin harganya mahal ya. Di sini, kamu tetap bisa makan dengan harga murah sebagaimana di warung-warung merakyat lainnya. Contohlah, kalau makan nasi pecel, harga per porsinya hanya Rp 8.000. Lodehnya malah lebih murah, yakni Rp 6.000. Hm, kalau nambah lauk, bayar lagi, ya?

“Semua resepnya dari ibu mertua (Mak Katinah). Jadi, pecel dan lodehnya ini khas Blitar, tempat tinggal ibu. Yang sekarang juga ikut populer adalah nasi campur,” ucap istri Kemi, Atik Daryati.

Kalau main ke sana, mau pesan pecel dengan Bahasa Jerman apa Bahasa Jawa aja nih, Millens? Haha. (Sol/IB09/E05)