Suka dan Duka Berjualan Nasi Gandul Khas Pati di Semarang

Suka dan Duka Berjualan Nasi Gandul Khas Pati di Semarang
Memet, pemilik Nasi Gandul Pak Memet Semarang sedang melayani pelanggannya. (Inibaru.id/ Muhammad Adiatma)

Merantau ke Semarang untuk mengenalkan nasi gandul, satu kuliner khas Pati, bukanlah pekerjaan gampang. Inilah yang dialami Memet, pemilik usaha Nasi Gandul Pak Memet. Bisnisnya naik-turun, bahkan banyak turunnya.

Inibaru.id – Begitu mudahnya akses dan teknologi telah membuat yang jauh menjadi lebih dekat, nggak terkecuali dalam hal kuliner. Rendang asal Padang bisa kita beli di Semarang, sementara lunpia yang khas dari Semarang justru bisa dibuat dan dijual di Pontianak.

Ini tentu bagus. Kita nggak harus keluar ongkos terlalu besar untuk mencicipi makanan yang berada jauh dari jangkauan. Namun, nggak semua makanan "tiruan" bisa seenak yang dibuat oleh empunya daerah tersebut. Karena itulah sebagian pembeli memilih penjual yang merupakan "putra daerah".

Mungkin, itulah yang menjadi berkah Memet. Merantau dari Kabupaten Pati, Memet yang ditemani sang istri mencoba peruntungan dengan membuka kedai nasi gandul, kuliner khas Pati, di Semarang. Saat itu penjual nasi gandul memang banyak yang merantau ke kota-kota besar.

(Baca Juga: Nasi Gandul Pak Memet, Kuliner Khas Pati yang Bisa Kamu Nikmati di Semarang)

Memet berasal dari Desa Gajahmati, Kabupaten Pati, yang diklaimnya sebagai tempat asal nasi gandul. Desa itu berada di sebelah barat terminal Pati. Dia berkisah, resep asli nasi gandul berasal dari tempatnya. Namun, kemudian banyak yang merantau, termasuk dirinya yang memilih ke Semarang.

Usaha Nasi Gandul Pak Memet dibuka sekitar 1990-an. Awal mula mengenalkan nasi gandul ke warga Semarang, Memet sempat mengalami kesulitan lantaran nggak banyak yang mengenal nasi dengan kuah mirip gulai tersebut. 

“Usaha pasti mengalami naik-turun, malah banyak turunnya. Orang waktu itu belum tahu nasi gandul. Ya, alhamdulillah, sekarang mayoritas tahu,” ujar Memet kepada Inibaru.id belum lama ini.

(Baca Juga: Kelezatan dari Sepiring Nasi Gandul Khas Pati)

Kini, Memet mulai bisa tersenyum lega karena sudah banyak yang mengenal nasi gandul di tempatnya. Dengan konsep kaki lima di bawah tenda, dia kini bahkan hampir nggak punya banyak waktu untuk beristirahat selama "jam kerja". Pelanggan tetapnya membludak.

Agar tetap diminati pembeli, dia mengaku selalu mengutamakan pelayanan. Menurutnya, kendati warung makannya cukup sederhana, pelayanan yang ramah plus harga yang rasional bakal membuat tempat itu sebagai pilihan utama.

Nah, Millens, kalau pengin mencicipi nasi gandul dari tempat asalnya, silakan berkunjung ke Nasi Gandul Pak Memet, ya! (Muhammad Adiatma/E03)