Dari Sunan Bonang, Lontong Tuyuhan Kini Jadi Makanan Khas Rembang

Lontong Tuyuhan! Mungkin kamu pernah mencobanya saat berada di Rembang. Namun, tahukah kamu kisah di balik masakan khas Lasem tersebut?

Dari Sunan Bonang, Lontong Tuyuhan Kini Jadi Makanan Khas Rembang
Lontong Tuyuhan. (Ksmtour)

Inibaru.id – Sebagai kabupaten penghasil ikan, Rembang memproduksi aneka olahan dari laut. Namun, bukan berarti semua makanan khas Rembang hanya terbuat dari ikan ya.

Jika kamu berkunjung ke kabupaten tempat wafatnya RAA Kartini ini, jangan lupa mencicipi kuliner enak yang disebut masyarakat setempat sebagai Lontong Tuyuhan.

Hampir mirip dengan bumbu opor, lontong Tuyuhan menggunakan bumbu-bumbu seperti kemiri, cabai merah, bawang merah, bawang putih, jinten, tumbar, lada, dan lain-lain. Selain bumbu, perbedaan lontong opor dan lontong Tuyuhan terdapat pada lontongnyan yang berbentuk segitiga. 

Harganya? Hm, untuk penggemar pedas, rasanya sepadan mengeluarkan Rp 20 ribu per porsi untuk makanan ini.

Berhubungan dengan Sunan Bonang

Menilik sejarahnya, lontong Tuyuhan berangkat dari kisah yang cukup lucu, lo. Konon, Sunan Bonang, salah satu wali penyebar Islam di Jawa, memiliki musuh bernama Blancak Ngilo. Sunan bernama asli Raden Makdum Ibrahim ini berusaha mengajak Blancak Ngilo berteman, tapi selalu gagal.

Meski nggak diketahui jelas alasan Blancak Ngilo memusuhi Sunan Bonang, dari sanalah lahir istilah Tuyuhan. Karena lelah memakai cara halus, Sunan Bonang lantas memburu Blancak Ngilo setiap kali mereka bertemu.

Suatu hari, ketika Blancak Ngilo sedang makan opor ayam di sawah, Sunan Bonang mengejarnya hingga dia ketakutan dan kencing di celana. Sejak itulah daerah itu disebut Tuyuhan. Tuyuhan diambil dari kata “uyuhan" yang berarti “takut hingga terkencing-kencing”. Duh, ada-ada saja, ya!

Eh, adakah cerita menarik tentang kuliner di daerahmu? Sambil menyantap lontong Tuyuhan, gantian kamu yang bercerita ya! (IB15/E03)