Cobain Nikmatnya Orek Tempe Versi Empuk Bernama Empis-Empis dari Temanggung

Cobain Nikmatnya Orek Tempe Versi Empuk Bernama Empis-Empis dari Temanggung
Empis-empis khas Temanggung yang lazim ditemui saat hajatan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak lengkap rasanya jika ke Temanggung belum cobain empis-empis yang sekilas seperti orek tempe ini. Sayangnya masakan ini biasa disajikan ketika di hajatan saja. Di Festival Desa Wisata se-Jawa Tengah saya berkesempatan mencoba makanan otentik ini. Penasaran gimana rasanya?

Inibaru.id - Saat berkunjung ke Festival Desa Wisata Se-Jawa Tengah Minggu (21/7) kemarin, perhatian saya terpusat pada satu stan peserta yang dipenuhi pengunjung. Penampilannya yang biasa justru mengundang rasa penasaran saya. Apa yang begitu istimewa?

Setelah cukup dekat, saya bisa melihat orang-orang ini mengantre untuk mendapatkan sepincuk nasi dengan lauk ndeso. Semula saya nggak terlalu tertarik, namun mata saya melirik nasi jagung dan lauk yang sekilas seperti tempe orek. Saya nggak jadi putar badan.

“Ini empis-empis mbak,” kata si penjual. Kirti, peserta Festival Desa Wisata yang berasal dari Peken Lepen (Pasar Kali), Temanggung ini. Ah kebetulan sekali, saya tak menemukannya ketika saya berkunjung ke Temanggung kemarin!

Empis-empis bisa disantap dengan laik yang lain. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Benar saja, empis-empis yang berbahan dasar tempe ini lazim disajikan di acara hajatan saja. Sekilas, penampilannya yang berwarna kecoklatan dengan potongan cabai hujau besar membuat saya agak ngeri. Namun, setelah saya melahapnya bersamaan dengan nasi jagung rasanya benar benar ambyar di mulut!

Yap, rasanya pedas manis. Tempenya empuk, nggak seperti tempe orek yang identik dengan tempe goreng yang keras dan diselimuti bumbu dan karamel gula jawa. Meski hampir sama, lidah saya lebih cocok menyantap empis-empis ketimbang orek tempe.

Bagimu yang belum pernah mencoba, rasanya nggak beda jauh dengan tempe orek kok, Millens! Rasa lengkuas dan pedas manisnya mendominasi masakan ini. Hanya saja, tempe yang lembut dan citarasanya yang mantab bikin saya nggak sabar menghabiskan sepincuk nasi jagung empis-empis saya.

Dijual di Pasar Lepen

Kalau berkunjung ke Temanggung, masakan ini bisa ditemukan di Peken Lepen yang menyediakan berbagai masakan zadul. “Buntil, lompong, sayur telo, sambel teri, sikil krowak, thiwul dan banyak lagi,” kata Kirti memamerkan produk Peken Lepen. Yap, pasar yang terletak di Desa Traji, Parakan, Temanggung ini menyediakn berbagai masakan zadul yang diolah tanpa bahan penyedap rasa.

Empis-empis cocok disantap dengan nasi jagung maupun nasi putih biasa. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Empis-empis sendiri punya beberapa variasi. Di antaranya adalah empis-empis tahu atau tempe bongkrek disamping tempe dele yang sekarang saya santap ini. Bumbunya pun cukup gampang, Kirti juga nggak pelit membagikan resepnya lo. “Cabe hijau besar, bawang merah, bawang putih, kemiri, kecap, gula pasir, lengkuas salam sama serai” kata perempuan berperawakan kecil ini.

Di akhir suapan saya, Kirti menjelaskan bahwa empis-empis ini cocok disantap bersama nasi putih hangat. Saya yang terlanjur menghabiskan empis-empis dengan nasi jagung nggak sedikitpun menyesal karena rasanya nggak kalah enak. He he he

Nah buatmu yang nggak bisa menjajal empis empis langsung di Temnaggung, bisa lo mencoba memasaknya sendiri di rumah! (Zulfa Anisah/E05)