Cita Rasa Asem-Asem Koh Liem yang Legendaris Sejak 1978

Cita Rasa Asem-Asem Koh Liem yang Legendaris Sejak 1978
Asem-asem istimewa dari Warung Makan Asem-Asem Koh Liem. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Sejarah kuliner di Semarang salah satunya dapat kamu jumpai di Warung Makan Asem-Asem Koh Liem. Kedai yang berdiri sejak 1978 tersebut menyediakan satu menu istimewa yang nggak lekang hingga sekarang, yakni asem-asem.

Inibaru.id – Saya sedang sariawan, kira-kira makanan apa ya yang pas untuk meredakan selain buah?  O ya, saya teringat dengan kedai legendaris di daerah Karanganyar yang menjual asem-asem segar. Nggak salah lagi, Asem-Asem Koh Liem. Konon tiga elemen rasa kecut masakan khas Semarang ini berasal dari asam, tomat, dan belimbing wuluh. Pasti nendang banget ya kecutnya!

Nggak sabar mencoba, Jumat (31/1), saya langsung menuju Jalan Karanganyar No. 28 Semarang. Wah, ternyata warung sudah ramai. Saya memesan satu porsi asem-asem spesial itu pada seorang perempuan berpakaian seragam warna hitam dengan hiasan motif di bagian bahu warna merah.

Warung ramai menjelang waktu sarapan dan makan siang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Warung ramai menjelang waktu sarapan dan makan siang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Semangkuk asem-asem dengan kaldu warna cokelat dengan minyak gajih di atasnya menunggu untuk disantap. Potongan tomat, cabe rawit, dan daging sapi yang diiris seukuran dadu kecil bersama kuahnya saya aduk-aduk sebentar. Saya ambil sendok dan saya icip kuahnya terlebih dahulu.

Rasa kecut yang saya rasakan memang berbeda dibandingkan dengan asem-asem lain yang pernah saya makan sebelumnya. Kecutnya lebih berani, lebih tebal di lidah, dan meninggalkan aftertaste yang lumayan lama. Memang nggak salah asem-asem ini jadi rujukan.

Selain itu, rasa pedas, asin, manis, dan gurihnya pun pas. Daging sapinya empuk dan sangat menggigit untuk orang yang tengah menderita sariawan semacam saya. Apalagi disajikan hangat-hangat, aih, sepertinya masakan surga telah bocor dan disuguhkan langsung tepat di depan saya.

Rumah makan yang legendaris sejak 1978. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Rumah makan yang legendaris sejak 1978. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Anak kedua Koh Liem bernama Harti yang saat ini menjadi pengelola pun menjelaskan secara singkat tentang proses pembuatannya. “Daging biasa direbus sampai empuk, lalu dipotong, dan diberi bumbu. Dari Lombok abang dan ijo, belimbing wuluh, tomat, asem. Daging sapinya bagian has,” katanya.

FYI, daging has di Indonesia merupakan daging sapi terbaik yang biasa digunakan untuk steak. Daging ini berada di antara bahu dan tulang panggul yang memiliki tekstur empuk. Kebayang gimana enaknya kalau dibikin asem-asem kan, Millens?

Untuk menikmati satu porsi asem-asem, harga yang dipatok Rp 38 ribu. Kamu bisa memakannya dengan nasi putih juga lo, aneka makanan menarik lain juga tersedia di sini. Penasaran mencoba Asem-Asem Koh Liem? (Isma Swastiningrum/E05)