Cicip Seruit sambil Nyeruit

Sebagai kuliner yang menyimbolkan kebersamaan, seruit menjadi idola bagi masyarakat Lampung karena cita rasanya yang khas. Rasanya seperti apa, ya?

Cicip Seruit sambil Nyeruit
Seruit khas Lampung (Tourlampung)

Inibaru.id – Millens, sudah pernah mencicipi seruit? Kalau belum, coba rasakan uniknya olahan ikan khas Lampung ini.

Ikan balide, baung, dan layis yang sudah dibumbui biasanya menjadi bahan dasar masakan ini. Namun, kamu juga bisa memanfaatkan ikan lain. Ikan tersebut bisa dibakar atau digoreng. Sebagai sentuhan akhir, seruit disajikan dengan sambal terasi dan tempoyak, yakni durian yang sudah diawetkan dan difermentasi. Kadang-kadang, tempoyak diganti dengan mangga. Campuran inilah yang menghasilkan citarasa seruit yang istimewa.

Simbolkan Kebersamaan

Masyarakat Lampung dikenal memiliki kebersamaan yang kuat. Mereka senang berkumpul di antara keluarga dan tetangga. Nah, dari situlah muncul istilah penyebutan makanan ini sebagai seruit. Kata tersebut berasal dari kata nyeruit dalam bahasa Lampung yang artinya “dilakukan bersama-sama”. Cocok kan dengan kegemaran mereka? Bahkan, bagi masyarakat Lampung Pepadun, seruit dianggap sebagai makanan pokok, lo.

Baca juga:
Tahu Sumedang, Kuliner Sumedang dari Tiongkok
Kue Pancong Betawi, Aroma Kelezatannya Tercium sampai Amerika

Resep Seruit

Jika tergiur merasakan nikmatnya seruit, Millens nggak perlu jauh-jauh ke Lampung. Yuk, coba untuk memasak kuliner ini.

Ada dua jenis bahan yang perlu disiapkan. Bahan pertama merupakan bahan sambal, yang terdiri atas bawang merah, cabai merah, terasi, garam, dan gula pasir. Yang kedua adalah bahan-bahan dasar yakni ikan yang bisa dipilih sesuai selera, air jeruk nipis, bawang putih yang dihaluskan, tomat, air panas, dan mangga atau tempoyak. Tempoyak bisa didapatkan dengan menyimpan daging durian yang sudah dibubuhi garam dalam wadah rapat selama seminggu.

Baca juga:
Catatan 2017: Inilah Resep Makanan Paling Dicari
Kuah Beulangong, Lezat dan Simbol Pemersatu

Bagaimana cara membuatnya?

Gunakan air jeruk nipis, garam, dan bawang putih untuk melumuri ikan. Jangan lupa untuk mendiamkannya selama 20 menit. Kemudian, bakar atau goreng ikan tersebut. Angkat, lalu buatlah suwiran ikan. Campur suwiran ikan tersebut dengan tempoyak (atau potongan mangga) dan tomat sampai merata. Selanjutnya, aduk sambal dengan sedikit air panas. Terakhir, siram campuran sambal tersebut ke atas ikan.

Nah, tinggal dilengkapi dengan nasi hangat dan lalapan, seruit sudah siap memanjakan lidah kita. Aih, sedapnya! (AYU/SA)

Tags : #Seruit #Lampung