Unik, Tokek Coffee Semarang Tawarkan Cetak Foto Langsung di Atas Kopi

Unik, Tokek Coffee Semarang Tawarkan Cetak Foto Langsung di Atas Kopi
Cetak foto di atas kopi menjadi daya tarik Tokek Coffee Semarang. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Latte art sudah jadi hal biasa di dunia kopi. Tapi gimana jadinya jika fotomu dicetak di atas kopimu sendiri. Di Tokek Coffee Semarang, kamu bisa menjajal Photo Print Latte Art yang unik ini.

Inibaru.id - Sore kemarin selepas beraktivitas seharian penuh, ingin rasanya saya melepas penat dengan ngopi santai. Dalam perjalanan pulang, mata saya tertuju pada kedai kecil di Jl. Sultan Agung No. 115A. Tokek Cafe, lafal saya dalam hati.

Penasaran, saya menepikan kendaraan di depan kedai kecil yang bersebelahan dengan ruko lainnya. Gaya industrial langsung menyapa saya begitu saya masuk ke kedai yang satu ini. Sofa kuning nan empuk seakan memanggil saya untuk segera meletakkan lelah. Tapi tunggu dulu, saya harus memesan sebelum memilih duduk dan terlanjur mager.

“Kami punya photo print kak,” kata barista menawarkan produknya. Yap, menurut Patrik, pemilik Tokek Coffee, latte art yang ini jadi favorit pengunjung. Nggak pikir panjang, saya langsung memesan menu serupa dengan dasar coffee latte.

Terlebih dahulu, barista meminta gambar yang saya kehendaki untuk kemudian dikirim ke nomor whatsapp kafe. Setelah itu, dengan alat khusus gambar yang saya kirimkan dicetak langsung di atas foam kopi. Prosesnya cepat dan hasilnya presisi. Proses inilah yang menjadi momen menarik. Para pembeli biasanya akan ikut menyaksikan saat barista mencetak gambar pesanan. Keren banget deh!

Nah, buat menemani kopi unik ini, satu porsi churros saya pilih. Nggak lama, pramuniaga datang membawa pesanan saya. Secangkir kopi dengan photo print, seporsi churros panas, dan free coffee cookies kecil. Saya lumayan keder ketika harus menyerutup kopi. Sayang banget kalau langsung diminum. Ha ha

Secangkir photo print coffee latte dengan churros hangat. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Saya mengambil beberapa gambar dari kopi unik di depan saya tersebut. Hmm... cukup enak dipandangi. Saya seruput kopinya, nggak ada spesial menurut saya. Tapi, biasa di lidah saya bisa saja nikmat di lidah orang lain. Lagipula saya juga menyadari kalau saya nggak sering ngopi. He he

Mengobati kekecewaan, saya lantas melahap churros yang masih panas dengan taburan gula halus dan kayu manis bubuk. Yumm.... kue khas Spanyol tersebut sungguh garing di luar namun tetap lembut di dalam. Rasa kayu manisnya bikin jajanan satu ini sedap.

Rasanya yang nggak terlalu manis memang cocok dicocol dengan cokelat leleh. Namun agaknya saya menyesal mencelupkan kue tersebut dalam cokelat leleh. Rasanya jadi terlalu manis. Yap, churros di sini nampaknya cocok jika dinikmati tanpa cokelat leleh. Manisnya pas.

Ah... keputusan saya untuk singgah di Tokek Coffee sore itu layak saya sesali. Setidaknya saya masih bisa menikmati suasana kafe yang buka sampai tengah malam tersebut. Untuk harganya, dari belasan hingga dua puluh ribuan. Menurut saya yang lagi missqueen lumayan mahal. Jadi, kalau nggak pegang banyak uang, mending dipending saja berkunjung ke sana.

Bagian outdoor Tokek Coffee. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Sore itu kebetulan kafe tersebut tengah lengang pengunjung. Saya duduk di ruang outdoor dengan gemericik air dan tumbuhan hijau di kanan kiri saya. Sejenak saya menikmati sesi dialog dengan diri sendiri.

Buatmu yang ingin gambar dirimu dicetak di atas kopi, langsung datang ke Tokek Coffee ya. Harganya pun cukup terjangkau, sekitar dua puluh ribuan saja. Dijamin beda dari yang lain deh! (Zulfa Anisah/E05)