Si Hitam yang Mulai Sulit Dijumpai: Cabuk Wijen

Si Hitam yang Mulai Sulit Dijumpai: Cabuk Wijen
Cabuk Wijen. (bukupintarkabupatenwonogiri.blogspot.com)

Cabuk wijen menjadi lauk-pauk khas Wonogiri. Sayang, makanan ini semakin jarang ditemukan. Kendati tampilannya nggak menarik, nggak ada salahnya mencoba bikin. Hm, gimana ya caranya?

Inibaru.id – Kalau Kota Solo terkenal dengan tengklengnya, Kabupaten Wonogiri juga punya kuliner khas yang nggak kalah enak, lo. Kabupaten yang berada di Jawa Tengah bagian tenggara ini punya cabuk wijen, Millens.

Yap, sekilas, namanya mungkin mengingatkanmu pada cabuk rambak, kuliner khas Solo. Padahal keduanya berbeda, lo. Hm, lalu apa yang membedakan kedua kuliner ini?

Jika cabuk rambak berbahan ketupat yang disiram saus wijen, cabuk wijen berbentuk seperti pepes berwarna hitam.

(Baca Juga: Cabuk Rambak, Kuliner Lezat nan Menggoda dari Solo)

Namanya juga cabuk wijen, sudah pasti ada biji wijen yang menjadi bagian dari makanan tradisional yang konon mulai sulit dijumpai di Wonogiri tersebut.

Berbeda dengan cabuk rambak yang dijadikan campuran saus, pada cabuk wijen, biji wijen disangrai, kemudian dihaluskan dan dicampur air.

Adonan ini dicampur dengan bumbu-bumbu berupa cabai, bawang, daun kemangi, serta gula jawa. Nah, setelah dibungkus daun pisang, barulah wijen dibakar.

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2016/04/05/57032a98c6875-cabuk-cita-rasa-istimewa-wonogiri-dan-baturetno_665_374.jpg

Cabuk wijen kerap dijadikan pendamping nasi. (viva.co.id)

Dari tampilannya, makanan ini memang tampak kurang menarik. Namun, jangan salah, aromanya menggoda, lo! Supaya nggak penasaran, coba bikin sendiri, ya, karena entah masih ada atau nggak yang menjual makanan ini.

Eh, sudah menyiapkan bahan-bahannya kan? Yuk, mulai masak! (IB15/E03)