Bubuk dan Daun Kopi di Mangkuk Bakso Kopi Khas Lereng Gunung Muria

Bubuk dan Daun Kopi di Mangkuk Bakso Kopi Khas Lereng Gunung Muria
Bakso Pangsit Kopi khas Gunung Muria. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Di antara hamparan kebun kopi ratusan hektare di Kudus, kamu bisa menikmati semangkuk bakso unik yang diberi campuran bubuk kopi. Bukan dengan tambahan sawi, hijauan pada bakso pangsit itu memakai daun kopi muda. Hm, tampak menarik?

Inibaru.id – Bakso kopi! Mendengar namanya, siapa pun mungkin akan langsung mengernyit. Semua orang tahu, bakso adalah makanan berupa bola daging berkuah yang biasanya diberi tambahan mi, sawi hijau, dan kulit pangsit. Namun, gimana kalau bubuk kopi juga menjadi kondimen pada bakso?

Nah, sensasi ini bisa kamu temukan pada Bakso Kopi, menu kuliner bikinan Komunitas Kopi Muria. Bubuk kopi sengaja ditambahkan pada bakso dan pangsit untuk memberi cita rasa yang berbeda. Selain itu, mereka juga menambahkan daun kopi ke dalam bola daging dan sebagai hijauan pengganti sawi.  

Bertempat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kopi memang menjadi komoditas masyarakat di sana. Kalau kamu pernah mendengar kopi Colo atau kopi lereng Muria, di sanalah tempatnya.

Sekilas, tekstur dan rasa bakso kopi nggak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya. Yang membuatnya berbeda hanyalah aroma kopi yang bisa kamu rasakan saat menggigit pangsit dan bola daging sapinya. Namun, rasa dari bubuk kopi yang digiling kasar itu nggak dominan, kok.

Renyahnya pangsit bertabur serbuk kopi. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)
Renyahnya pangsit bertabur serbuk kopi. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)

Ato Pujiharto, pencetus ide menu bakso kopi, mengatakan, kelemahan kopi terletak pada rasanya yang mudah hilang ketika bertemu minyak. Jadi, lanjutnya, aroma kopi bakal berkurang saat melalui proses penggorengan.

"Misal, pada kulit pangsit yang digoreng, aroma kopi jadi nggak kentara," tutur Ato, sapaan karibnya.

Perlu kamu tahu, daun kopi dipercaya punya banyak manfaat, lo, di antaranya mampu menghindarkan risiko diabetes, meringankan sakit maag, jantung, saluran pernafasan, dan darah tinggi.

Selain bubuk kopi, Ato dan kawan-kawan juga mengganti sayuran pada bakso yang biasanya memakai sawi hijau dengan daun kopi. Daun yang dipakai adalah yang masih muda. Rasa dan teksturnya mirip daun melinjo yang menyisakan sedikit rasa asam dan getir, tapi menyegarkan.

Bakso Pangsit Kopi Muria. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)
Bakso Pangsit Kopi Muria. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)

Ato mengaku terinspirasi mengkreasikan menu bakso kopi karena melihat daun kopi di desanya yang jarang dimanfaatkan. Menurut dia, daun kopi biasanya hanya menjadi limbah, dibuang, karena dapat mengganggu pertumbuhan.

“Semula kami berpikir gimana kopi bisa jadi menu kuliner, bukan cuma diseduh jadi minuman,” terang lelaki yang pernah berprofesi sebagai chef tersebut.

Akbar, salah seorang pengunjung menuturkan, kali pertama mendengar keberadaan bakso kopi di Desa Colo, dia langsung merasa penasaran.

“Iya, bakso, kok kopi? Penasaran, saya pun berniat cobain," kata dia. "Ternyata enak. Enak banget!” ungkapnya.

Kalau kamu berminat mencicipi bakso kopi khas lereng Gunung Muria ini, silakan datang ke Jalan Colo Japan KM 1 No 4 di Desa Colo. Jangan lupa kenakan masker dan bawa hand sanitizer ya! (Rafida Azzundhani/E03)