Bolang-baling Jumbo Gang Lombok, Kuliner Kota Semarang yang Melegenda
Bolang-baling Gang Lombok sudah cukup melegenda di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bolang-baling Jumbo Gang Lombok, Kuliner Kota Semarang yang Melegenda

Bolang-baling yang satu ini cukup melegenda di Kota Semarang. Dengan ukurannya yang lebih jumbo serta letaknya yang hanya di Gang Lombok, bolang-baling ini menjadi salah satu kuliner ikonik di Kota Semarang.

Inibaru.id - Kalau pagi-pagi lapar tapi nggak pengin makan nasi atau bubur, kamu bisa banget mengganjal perutmu dengan bolang-baling istimewa yang satu ini. Istimewa karena ukurannya yang jumbo, Millens. Dijamin kenyang sampai siang deh!

Berada di Gang Lombok, kawasan Pecinan, warung jajanan ini berdiri sejak tahun 50-an. Meski sempat berpindah-pindah tempat, tapi lokasinya nggak pernah jauh-jauh dari kawasan Pecinan. Lusi, pemilik Bolang-Baling Gang Lombok mengaku sebagai generasi ketiga dalam meneruskan usaha keluarganya ini.

“Sudah 80 tahun lebih mungkin bolang-baling ini berdiri. Awalnya nenek kami yang membawa dari tanah kelahirannya di Cina sana. Setelah berimigrasi ke Semarang, nenek jualan bolang-baling ini. Bolang-baling pertama yang ada di Semarang,” kata Lusi sambil mengaduk adonan bolang-baling, Selasa (16/4). Dengan dibantu salah satu pegawainya, dia cukup berpeluh karena panasnya penggorengan.

Lusi sedang menggoreng bolang-balingnya yang berukuran besar. (Inibaru.id/ Audrian F)

Adonan yang digunakan untuk membuat bolang-baling ini nggak jauh beda dari bolang-baling lainnya. Mungkin bedanya tentu lebih banyak bahan karena ukurannya yang besar. “Ini belum seberapa. Saya buru-buru, soalnya. Kalau tidak buru-buru pembuatannya memakan waktu lama, bisa cepat habis persediaan yang buat dijual. Kalau tidak terburu-buru bisa lebih besar lagi hasilnya,” tambahnya.

Ukuran jumbo memang menjadi pembeda dari bolang-baling lainnya. Teksturnya pun juga padat. Nggak kopong atau besar dari bentuk luarnya saja. Wijen dan gula yang tertabur di atasnya menambah kelezatan rasanya. Kamu pasti akan autongiler jika sudah melihat tumpukan bolang-baling ini di kaca etalasenya.

Nggak hanya bolang-baling yang terjual di sini. Ada cakwe, untir-untir atau yang bisa disebut juga dengan kue tambang, kemudian onde-onde yang tentunya tersaji dengan ukuran yang serba besar.

Bolang-baling di sini dihargai Rp 7000 sedangkan untir-untir Rp 10.000. Cukup murah di kantong kan, Millens? Kamu wajib benget nih datang ke sini. Nggak akan kecewa! (Audrian F/E05)