Menikmati Gurihnya Bubur India, Sajian Buka Puasa di Masjid Pekojan

Menikmati Gurihnya Bubur India, Sajian Buka Puasa di Masjid Pekojan
Bubur India yang dilengkapi dengan sayur berkuah opor dan telur rebus sebagai pelengkap. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Buatmu yang suka kulineran sekaligus pemburu gratisan, boleh sesekali kamu mengunjungi masjid Pekojan. Di sini setiap sore disajikan ratusan porsi bubur India selama bulan Ramadan. Selain lezat, bubur ini sangat legendaris dan punya sejarah panjang.

Inibaru.id - Bagi kamu yang sedang mencari info berbuka gratisan, kamu bisa coba datang ke Masjid Jami' Pekojan yang terletak di Jalan. Petolongan nomor 1. Di sini kamu akan dijamu dengan resep turun temurun yang sudah bertahan selama 100 tahun. Yup, bubur India yang terkenal dan melegenda.

Ahmad Ali sedang mempersiapkan bahan-bahan pembuatan bubur India. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kamu bisa menemukan kuliner khas ini hanya di bulan Ramadan lo, Millens. Itulah kenapa, kamu harus mencoba datang sebelum Ramadan berakhir. Meski begitu, makanan ini dimasak setiap hari, jadi kamu bisa datang kapan saja.

Bubur India mempunyai kisah panjang yang dilestarikan setidaknya 4 generasi. Menurut Ahmad Ali, takmir masjid Pekojan, dia adalah generasi keempat yang turut melestarikan bubur India sebagai menu buka puasa di masjid ini. Konon, resep bubur India dibawa oleh saudagar India yang berjualan di sekitar masjid Pekojan ratusan tahun lalu yang dilestarikan hingga kini.

Bubur india lengkap dengan sayur berkuah opor dan telur rebus. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Cita rasa bubur India gurih dan sedap. Rempah-rempah yang turut dimasukkan ke racikan bubur membuat aroma sedap menyeruak. “Serai, salam, daun bawang, seledri, kayu manis, santan, bawang putih, iga sapi, dan sengkel sapi untuk kaldu,” kata Ahmad. Nggak heran, menyantap bubur tanpa tambahan lauk juga endeus.

Setiap hari ada sekitar 500 porsi dengan pembagian 250 porsi untuk buka bersama di masjid dan sisanya akan dibagikan untuk warga sekitar. Banyak juga, lo warga yang sengaja datang membawa rantang untuk membungkus bubur ini. Setiap hari dibutuhkan 23 kg beras untuk dimasak takmir dan panitia.

Bubur di sini disajikan dengan lauk berupa sambal goreng ati, sambal goreng ayam, kare, atau gulai. Ditambah dengan telur rebus di atasnya. Yumm.... Bisa bayangin kan gimana lezatnya?

Proses pembuatan bubur india. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Untuk bisa menyajikan bubur ini, panitia perlu bekerja keras di dapur masjid lo, Millens. Butuh waktu 3 jam untuk memasak bubur yang lezat ini. Karena jumlahnya yang banyak banget, dibutuhkan kuali besar dan pengaduk yang super panjang. Yang bertugas mengaduk juga nggak sembarangan orang. Karena suhu di tungku relatif tinggi, butuh orang yang bernyali besar untuk dapat duduk dan terus mengaduk selama 2 jam setelah beras dimasukkan ke kuali.

Warga yang mengantri untuk mendapatkan bubur India. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nah untuk bisa menikmati bubur India ini, kamu bisa datang ke sini setiap jam 5 sore ya, Millens. Selain bisa bercengkrama dengan warga etnis, kamu bisa menikmati bubur lezat ini dengan ditemani beberapa takjil lain seperti kurma, buah, dan susu nan manis. Gimana? Tertarik mencobanya? (Zulfa Anisah/E05)