Bentuknya Mirip, Lantas, Apa Sih Beda Jalangkote dengan Pastel?

Bentuknya Mirip, Lantas, Apa Sih Beda Jalangkote dengan Pastel?
Jalangkote, gorengan khas Sulawesi (resepmasakannusantaraoriginal.blogspot)

Kasus perundungan yang dialami Rizal, penjual jalangkote di Sulawesi Selatan mendapatkan perhatian banyak orang. Selain bersimpati pada Rizal, banyak orang penasaran dengan gorengan jualannya, jalangkote. Seperti apa sih gorengan yang bentuknya mirip dengan pastel, ini?

Inibaru.id – Semenjak video perundungan bocah penjual jalangkote di Sulawesi Selatan viral, banyak orang yang penasaran dengan gorengan ini. Terlebih bentuknya mirip dengan pastel. Sebenarnya, apakah ada perbedaan di antara pastel dan jalangkote?

Meskipun sama-sama berjenis gorengan, jalangkote dan pastel ternyata memiliki beberapa perbedaan, tepatnya pada kulit pembungkus dan isiannya. Berikut adalah penjelasan terkait dengan perbedaan dari kedua gorengan ini.

Kulit Jalangkote Lebih Tipis Dibandingkan Pastel

Jalangkote berbeda dengan pastel (masakapahariini.com)
Jalangkote berbeda dengan pastel (masakapahariini.com)

Ternyata, jalangkote punya lapisan kulit yang lebih tipis dibandingkan dengan pastel yang tebal dan berlapis-lapis layaknya puff. Kulit jalangkote juga nggak berlapis-lapis. Menariknya permukaan kulit jalangkote terlihat lebih bergelembung, bukannya halus sebagaimana pastel.

Permukaan kulit yang bergelembung ini dihasilkan dari campuran minyak panas dan adonan tepung terigu serta air, bahan pembuat kulit jalangkote.

Isian Jalangkote Lebih Beragam

Sebenarnya, isian jalangkote nggak begitu jauh berbeda dari pastel, namun jalangkote memiliki lebih banyak varian. Rasa rempah jalangkote juga lebih kuat. Sebagai informasi, rasa rempah ini adalah perpaduan dari pala dan jinten. Hal ini sangat berbeda dengan pastel yang nggak memiliki isian rempah sama sekali.

Isian jalangkote berbeda-beda di setiap daerah di Sulawesi (Twitter.com/jalkotpare)
Isian jalangkote berbeda-beda di setiap daerah di Sulawesi (Twitter.com/jalkotpare)

Menariknya, di setiap daerah di Sulawesi, isian dari jalangkote juga berbeda-beda. Sebagai contoh di Jeneponto, isiannya bisa berupa daging kuda. Hal ini disebabkan oleh sulitnya ditemukan daging sapi di sana. Khusus untuk jalangkote yang berasal dari Makassar, isiannya berupa daging, sohun, kentang, mi, taoge, dan telur. Meski begitu, kebanyakan jalangkote memiliki isian berupa daging sapi, daging ayam, daging ikan, dan sayuran.

Satu hal yang pasti, jalangkote memiliki cita rasa gurih yang sangat khas. Kalau kamu ingin merasakan jalangkote yang manis, ada kok varian yang isinya adalah ubi jalar atau kismis. Rasanya juga tetap enak, kok.

Gimana, Millens, tertarik untuk mencicipi jalangkote? Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah kalau di sekitar kamu nggak ada yang menjualnya. (Kom/MG31/E07)