Asal Mula Bakmi Jawa Pak Gareng Semarang yang Laris
Santoso tengah memasak bakmi jawa. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Asal Mula Bakmi Jawa Pak Gareng Semarang yang Laris

Puspito Sarjono merupakan sosok di balik berdirinya tempat makan laris di Semarang bernama Bakmi Jawa Pak Gareng. Dia memulai usaha bakmi sejak tahun 70-an dan eksis hingga sekarang.

Inibaru.id – Pada dekade 70-an, Puspito Sarjono berjualan bakmi keliling menggunakan gerobak yang dipikul di sekitar Wotgandul Dalam, Semarang. Sebagai perantauan dari Surakarta, dia bertekat pengin mengembangkan usahanya hingga sukses. Dia pun bekerja keras. 

Masa itu, bunyi gorengan bakmi yang khas ketika memasak membuat Puspito mendapat julukan “reng” dari asal kata “goreng”. Lama-lama, diksi goreng itu pun berubah menjadi “gareng”, maka dipakailah nama Bakmi Jawa Pak Gareng sebagai brand usaha.

Kuah bakmi yang kental dengan penampakan mi yang "tanek". (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Semakin ramainya jumlah pembeli, akhirnya membuatnya menyewa tempat. Mulanya tempat tersebut memang berpindah-pindah, hingga sekarang Pak Gareng mampu membeli bangunannya sendiri di Jalan Wotgandul Dalam nomor 171 Semarang.

Cerita tersebut dijelaskan oleh Santoso selaku chef masak bakmi ketika Inibaru.id berkunjung. Santoso telah ikut dan setia menjadi karyawan bakmi Pak Gareng sejak 1987. Saat harga bakmi masih sekitar Rp 300-500.

Bakmi masih dimasak menggunakan tungku. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Resep legenda dari bakmi jawa ini pun nggak dirahasiakan Santoso. “Bumbunya bawang, brambang, kemiri, merica. Kuahnya ada kandungan udang dan kaldu ayam. Ditambah sayuran kol, tomat, sawi,” kata Santoso lancar sambil memasak di atas tunggu, seolah nggak terganggu ketika diajak wawancara. Ternyata resep kuahnya enak dan segar berasal dari kandungan udang berpadu dengan kaldu ayam yang kental.

Selain itu, ciri khas yang masih dipertahankan dari Bakmi Jawa Pak Gareng adalah penggunakan tungku dengan bahan bakar arang ketika memasak. Teknik itu menyumbang cita rasa yang berbeda bagi bakmi jika dibandingkan dengan memasak pakai kompor Liquified Petroleum Gas (LPG). Serasa lebih Javanesse taste gitu deh.

Satai jeroan yang gurih melengkapi makan bakmi. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Bakmi godog (rebus) memang jadi promadona di sini, Millens, tapi kamu juga bisa menikmati menu lainnya lo. Berikut menu lain berdasar dari yang paling sering dipesan: bakmi goreng, nasi ruwet, bihun goreng, dan bihun godog. Cukup dengan uang Rp 15 ribu, kamu bisa mendapat satu porsi menu tersebut. Semakin lengkap pula dengan lauk tambahan berupa satai jeroan seharga Rp 5 ribu.

Untuk minumannya pun ada es teh, es jeruk, dan minuman botol lainnya. Jam sibuk ada ketika jam-jam makan dan malam hari. Kuy lah, mampir! (Isma Swastiningrum/E05)