Ancaman di Balik Lezatnya Makanan Berbalut Salted Egg

Makanan berbalut salted egg memang terasa lezat. Namun, di balik kelezatan itu, ada risiko kesehatan yang menghantui.

Ancaman di Balik Lezatnya Makanan Berbalut Salted Egg
Salted egg digandrungi kaum millenials. (Grid)

Inibaru.id – Pada 2017 lalu, makanan berbalut salted egg atau telur asin jadi tren. Memasuki 2018, makanan berbalut telur asin masih populer di kalangan masyarakat. Sejumlah restoran hingga gerai makanan cepat saji pun menyediakan menu ini.

Kepopuleran salted egg juga masih terus berlangsung hingga 2019. Sebagian orang masih mencari makanan ini.

Telur asin yang dulunya hanya dijual utuh per butir, kini menjelma menjadi makanan berkelas yang bisa dicampur dengan makanan lain. Para koki biasanya hanya mengambil bagian kuning telurnya saja untuk dihancurkan lalu ditambah susu ataupun krim supaya lembut. Kuning telur asin itu kemudian dicampurkan dengan berbagai makanan seperti ayam goreng bahkan ikan goreng.

Lantas bagaimana kandungan gizi yang ada dalam olahan kuning telur asin itu? Salah seorang ahli gizi Agustina Anggraeni menjelaskan, kuning telur asin mengandung kolesterol yang cukup tinggi yakni 187 miligram per butir. Padahal, dalam sehari, seseorang hanya memerlukan kolesterol sebesar 300 miligram.

“Kolesterol tinggi. Sudah gitu, masih dicampur dengan makanan lain seperti ayam jadi kadarnya semakin tinggi. Semua produk hewani kan juga ada kolesterolnya,” kata perempuan yang akrab disapa Reni itu.

Selain kolesterol, kuning telur asin juga mengandung natrium sebesar 400 hingga 600 miligram. Kandungan itu sepadan dengan sepertiga kandungan natrium harian yang diperlukan tubuh.

Kadar natrium yang tinggi bisa meningkatkan risiko hipertensi dan sakit ginjal. Nah, kamu yang sudah punya riwayat penyakit tersebut, lebih baik jangan terlalu sering mengonsumsi makanan ini. Maksimal, kamu hanya boleh memakan telur asin itu dua kali dalam seminggu.

Kendati begitu, telur asin mengandung protein yang tinggi, lo. Bagi kamu yang pengin menaikkan kadar protein dalam tubuh, telur asin bisa jadi alternatif lauknya. Bahkan, protein dalam telur bebek  lebih tinggi daripada telur ayam, Millens.

“Tapi itu telur bebek ya, mencakup bagian putih dan kuningnya,” imbuh perempuan yang kerap disapa Reni ini.

Apapun yang berlebihan memang nggak baik, kan? Jadi, selagi mengonsumsi salted egg dalam takaran normal, nggak ada masalah, kok! (Ida Fitriyah/E05)