Nikmati Daging Sapi Premium di Shabu-Q Semarang

Ingin mencoba sensasi makan yang nggak biasa? Konsep restoran all you can eat bisa jadi salah satu pilihannya. Pasalnya, kamu hanya cukup sekali membayar, lalu makan apa saja. Di mana? Tentu saja di Shabu-Q tempatnya.

Nikmati Daging Sapi Premium di Shabu-Q Semarang
Shabu-Q Premium, salah satu restoran all you can eat yang recommended di Semarang. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Inibaru.id – Buat kamu penyuka masakan jejepangan yang pengin berpuas-puas menikmati shabu-shabu dengan harga yang rasional, berkunjung ke Shabu-Q Premium mungkin bisa menjadi pilihan tepat. Restoran berkonsep "all you can eat" di Semarang, Jawa Tengah, ini dipastikan akan memuaskan hasratmu untuk menikmati shabu-shabur dengan sajian laiknya di Negeri Sakura.

Shabu-shabu adalah nabe ryori (masakan dalam panci) yang biasanya dimasak sendiri di atas steampot yang diletakkan di meja pelanggan. Pelanggan memilih apa yang akan dimasak, memasukkannya sendiri dan mengambilnya setelah masak, lalu memakannya selagi hangat.

Nah, di Semarang, Shabu-Q adalah salah satu restoran shabu-shabu yang wajib kamu sambangi. Berlokasi di Jalan Letnan Jendral S Parman No 56, restoran yang buka sejak Februari 2017 ini cukup ngehit di kalangan masyarakat Semarang. Rasanya yang khas plus konsep buffet (prasmanan) yang mereka tawarkan memang begitu menarik minat pembeli.

Yang paling istimewa dari restoran tersebut adalah daging yang mereka tawarkan. Manager Shabu-Q Mayora Chyntia Cjahyana menjanjikan, restorannya selalu mengutamakan penyajian daging yang lebih banyak ketimbang restoran all you can eat lain. Daging yang mereka sajikan juga berkualitas dan premium, yang diimpor langsung dari Australia.

“Restoran all you can eat lain umumnya unggul karena lebih banyak makanan tambahannya, misal bakso, sosis, dan sayuran. Nah, kami mengutamakan dagingnya. Harganya jadi lebih mahal, tapi dagingnya kan memang spesial,” terang perempuan yang akrab disapa Chyntia tersebut kepada Inibaru.id belum lama ini.

Lebih lanjut, Chyntia menjelaskan, ada empat pilihan daging yang bisa dipilih di sana. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 118 ribu sampai Rp 228 ribu.

"Daging wagyu menjadi pilihan daging terfavorit di sini," tuturnya, promosi.

Sementara, untuk kuah rebusan daging dan bahan shabu-shabu lain, Shabu-Q menyediakan enam jenis kuah, di antaranya Chicken Collagen Paitan, Gyu Soup, Tom Yum, Hinabe, Kambu Dashi, dan Sukiyaki.

Chyntia mengatakan, Chicken Collagen Paitan adalah kuah paling istimewa di Shabu-Q.

"Untuk mendapatkan kolagen (collagen) dari tulang ayam, kami harus memasaknya selama 18 jam lamanya," terangnya.

Ambil makanan sepuasmu di baffet ya! (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Selain kuah, kamu juga bisa memilih berbagai macam jenis sayuran dan menu tambahan lain seperti sosis dan bakso. Beragam minuman dan mekanan penutup juga tersedia. Kamu bisa memilih atau mencoba semuanya. Eits, tapi jangan kalap en terlalu kekenyangan ya, Millens!

Sedikit tips untuk kamu yang pengin mencoba makan di sana, ambillah makanan di buffet sedikit demi sedikit agar kamu nggak menyisakan makanan karena kekenyangan. Perlu kamu tahu nih, kalau makananmu nggak habis, kamu akan dikenakan denda, lo. Ini dilakukan supaya pelanggan juga belajar menghargai makanan meski bertajuk all you can eat.

“Iya, kalau nggak habis memang akan dikenakan denda. Tapi, kami nggak serta-merta kasih denda. Kalau banyak sekali porsi sisa baru kena denda,” jelas Chyntia.

Oya, karena konsepnya all you can eat, waktu makan kamu dibatasi, Millens. Kamu hanya bisa makan selama 90 menit saja. Namun, kalau kamu mau menambah waktu juga bisa sih. Kamu hanya perlu membayar biaya charge sebesar Rp 50 ribu per 30 menit penambahan waktu.

Kemudian, Shabu-Q juga menerapkan tarif berbeda antara pelanggan dewasa dengan anak-anak, dengan selisih sekitar Rp 40 ribu. 

Oya, sekadar saran, berkunjunglah ke Shabu-Q pada siang hari karena harganya lebih murah sekitar Rp 20 ribu. Chyntia mengatakan, orang cenderung lebih banyak makan pada malam hari. Karena itulah, lanjutnya, paket makan ke Shabu-Q dinaikkan pada malam hari. Wah!  (Verawati Meidiana/E03)