5 Kuliner Solo yang Harus Anda Cicipi Sebelum Punah

Terus berjuang keras menantang zaman, makanan tradisional ini seolah mulai menyerah. Tak banyak lagi yang menjual Cambuk Rambak. Salah satu yang tersisa adalah di suatu sudut di Pasar Gede.

5 Kuliner Solo yang Harus Anda Cicipi Sebelum Punah
Pecel Sego Abang (Foto: pecelsoloresto.blogspot.com)

Inibaru.Id - Kuliner legendaris tak selalu berhasil bertahan di tengah modernitas zaman. Entah sudah berapa banyak makanan masyur meregang nyawa di negeri ini. Kendati sempat mengalami masa keemasan, sejumlah makanan khas yang telah lama mengakar di tengah masyarakat bisa saja suatu saat menjadi yang terlupakan.

Dilansir dari Travelingyuk.com, sejumlah kuliner asal Solo, Jawa Tengah ini konon tengah berada di ujung tanduk. Lantaran tak lagi memiliki peminat, sebagian penjaja kuliner itu terpaksa gulung tikar. Apa saja kuliner enak itu?

Baca juga: 7 Cara Olah Ini Bikin Kamu yang Kurang Suka Sayur Jadi Tertarik

Baca juga: Selama di Lombok, 6 Makanan Ini Pasti Bikin Ketagihan

Es Kapal

Pak Warto adalah satu dari sedikit penjual Es Kapal yang tersisa di Solo. Jika beruntung, Anda bisa menjumpainya di Jalan Slamet Riyadi. Yakinlah, es berbahan dasar santan dan serutan es yang diberi roti tawar di atasnya ini bakal bikin Anda ketagihan.

Cambuk Rambak

Terus berjuang keras menantang zaman, makanan tradisional ini seolah mulai menyerah. Tak banyak lagi yang menjual Cambuk Rambak. Salah satu yang tersisa adalah di suatu sudut di Pasar Gede.

Irisan ketupat yang diberi bumbu serta kerupuk rambak sangat nikmat disantap sewaktu siang hari. Rasa dari bumbu kacang pun membuat siapapun ketagihan untuk kembali. Sayang bukan, jika menu lezat satu ini hilang?

Tahok atau Kembang Tahu

Tahok atau kembang gula merupakan makanan tradisional dari sari kedelai dan disajikan dengan kuah manis dari gula. Meski menggoda, kuliner khas Tionghoa ini nyaris punah.

Salah satu yang masih berjualan Tahok di Solo ada di Pasar Kliwon. Berkurangnya penjual tahok tidak lain karena pembelinya yang mulai berkurang.

Pecel Sego Abang

Hm, sangat disayangkan jika kuliner murah nan menyehatkan ini pada akhirnya harus sirna ditelan zaman. Saat ini, pecel berbahan dengan daun pepaya, bayam, tauge, kembang turi, kemangi, dan lamtoro ini tidaklah mudah ditemui di Solo.

Maka, jika Anda menjumpainya, cobalah! Anda akan menikmati sensasi sayur pecel bersaus pekat dari wijen hitam yang dipadukan dengan nasi merah yang menyehatkan.

Balung Kethek

“Balung” adalah tulang, sementara “kethek” adalah kera. Mungkin, lantaran bertekstur keras, camilan ini disebut “tulang kera”. Zaman dulu, makanan ini begitu digemari masyarakat.

Balung Kethek berbahan dasar singkong. Secara rasa, makanan tersebut sangat mirip dengan keripik singkong keras. Rasa gurih, manis, dan asin umumnya mendominasi camilan khas Solo itu. (OS/IB)