Komunitas Ibu Muda Semarang: Berawal dari Curhat di Whatsapp

Menjadi ibu muda tidaklah selalu mudah, terlebih ketika ia harus hidup mandiri di sebuah pemukiman modern.

Komunitas Ibu Muda Semarang: Berawal dari Curhat di Whatsapp
Komunitas ibu muda Semarang. (Foto: google.com)

Inibaru.id - Dahulu sekali, seorang ibu muda akan di-drill orang tuanya, terutama ibu kandung atau mertuanya, bagaimana menjadi “ibu yang baik”. Ibu yang baik dalam kamus para orang tua terkadang (maaf) dipenuhi dengan berbagai mitos yang menyertainya, mulai dari tata cara makan, ketika hamil, saat merawat anak, dan lain sebagainya. Kultur sosial yang begitu melekat dalam ajaran “ibu yang baik” versi orang tua dulu dengan kini juga banyak yang berubah.

Bukan berarti ajaran dulu tak tepat sementara yang sekarang lebih baik, tapi terkadang ada beberapa hal yang sejatinya butuh untuk didiskusikan, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan mitos.

Sebagian ibu muda kemudian mencari tahu sendiri dengan berselancar di internet atau mencari wadah bagi mereka dengan cara berkomunitas di dunia maya atau nyata. Salah satu wadah para ibu muda untuk wilayah Semarang di antaranya adalah Komunitas Ibu Muda Semarang.

Dilansir dari Asatu.id, Komunitas Ibu Muda Semarang yang bermula dari akun Instagram @bukibuk.smg  pun berencana menggelar pertemuan resmi (launching perdana) pada 26 Agustus 2017 mendatang di Neo Hotel Candi, Gajahmungkur Semarang. Acara akan berlangsung mulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.

Komunitas yang beranggotakan ibu-ibu muda di Semarang dengan rentang usia 21 tahun sampai dengan 30 tahun ini awalnya terbentuk dari ibu-ibu muda yang merasa perlu wadah untuk berbagi dan mencari solusi atas masalah-masalahnya sebagai seorang ibu.

Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, komunitas ini pun pada akhirnya berhasil dibentuk pada 30 Maret 2017 silam. Merasa senasib-sepenanggungan, para ibu muda ini pun kemudian memutuskan untuk terus berbagi.

Minimnya pengetahuan kala menjadi ibu perdana meyatukan mereka. Hingga kemudian tercetuslah ide untuk me-launching Bukibuk.smg dengan tema: “Ibu Hebat, Ibu Merdeka”

Selain launching perdana, mini class juga akan dihadirkan pada acara perdana Bukibuk.smg. Ibu-ibu ini akan diberi edukasi mengenai essential oil class untuk mendukung kesehatan keluarga.

”Konsep utamanya kami ingin berbagi, berbagi apapun, berbagi cerita, berbagi kendala, berbagi ilmu pengetahuan, kebetulan tema pertama yang kami angkat untuk mendukung launching ini adalah essential oil,” kata Sari sebagai Ketua terpilih dari komunitas ini.

Sari berharap, nantinya mereka sebagai ibu-ibu bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Ia juga menginginkan adanya kekompakan para anggotanya kendati tiap ibu muda memiliki latar belakang profesi serta pendidikan yang beragam.

“Semoga keberagaman itu malah bisa untuk saling menutupi dan mendukung satu sama lain,” tambahnya.

Berawal dari grup kecil beranggotakan kurang dari 10 orang yang tergabung dalam aplikasi perpesanan Whatsapp bertajuk “Bukibuk”, anggota Bukibuk.smg bertambah dengan signifikan dan saat ini jumlahnya mencapai 78 orang. Selain melalui whatsap group , ibu ibu yang lainnya juga bisa melihat berbagai informasi dan update acara ke depannya di instagram @bukibuk.smg.

“Harapan kami Bukibuk.smg ini makin solid ke depannya, dan kami dengan tangan terbuka masih akan terus menerima anggota lagi bagi ibu-ibu yang merasa perlu wadah untuk berbagi dan memerlukan dukungan dari para ibu lainnya,” pungkasnya. (OS/IB)