Aksi Bela Ulama 96 Rencanakan 3 Agenda

Pelaksanaan Bela Ulama 96, ini agenda yang direncanakan

Aksi Bela Ulama 96 Rencanakan 3 Agenda
masyarakat (Foto : people.com)

inibaru.id - Mesti sempat dilarang oleh pihak Polda Metro Jaya, Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 tetap berencana gelar Aksi Bela Ulama hari ini Jum’at (9/6). Adapun aksi tersebut rencananya akan dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, usai melaksanakan ibadah salat Jumat hingga salat Tarawih.

Kendati demikian, meskipun Kepala Protokol Masjid Istiqlal Abu Huraerah Abdul Salam mengatakan sudah menerima surat permohonan izin dari Presidium Alumni 212 untuk menggelar Aksi Bela Ulama 96, namun pihak pengurus tidak memberikan izin.

Baca juga:
Meraba Sunda di dalam Taman Baca
Mengenal Esperanto, Bahasa Kesatuan Dunia

Menurut Huraerah, pengurus tidak membuat persiapan khusus terkait rencana Aksi Bela Ulama 96. Kegiatan yang dikerjakan saat ini hanya memenuhi agenda yang sudah disusun selama Ramadan. Diantaranya menyiapkan takjil untuk jamaah masjid.

"Persiapannya sama saja dengan hari-hari sebelumnya," ujar Huraerah.

Dikabarkan, aksi bela ulama 96 nantinya akan diisi dengan tiga agenda yakni tablig akbar, zikir, dan doa untuk keselamatan para ulama. Presidium Alumni 212 tetap menganggap pemerintah telah melakukan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) karena melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Salah satu bentuk kriminalisasinya itu adalah dengan menetapkan pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Syihab sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi.

Baca juga:
Pembubaran Ormas HTI Tuai Banyak Kritikan
Bahayakan NKRI, Pemerintah Bubarkan HTI

Terkait tuntutan dalam Aksi Bela Ulama 96 ini, sebelumnya pihak Polda Metro Jaya, Iriawan telah menyebutkan bahwa aksi yang digawangi oleh Presidium Alumni 212 itu kurang tepat. Sebab, presidium menuduh polisi telah mengkriminalisasikan sejumlah ulama. Namun faktanya tuduhan itu tidak beralasan. Hal tersebut yang menyebabkan Polda melarang dan meminta untuk membubarkan Aksi Bela Ulama 96.

"Mau kriminalisasi gimana? Pak Din Syamsudin dan Pak Wapres (Jusuf Kalla) sudah menyampaikan, tak ada kriminalisasi," jelas Iriawan. (NA)