Hadir kok Ngisi Lembar Absensi?

Kata “absensi” alias ketidakhadiran sering tertukar dengan kata “presensi” alias kehadiran. Kamu termasuk golongan yang pakai yang tertukar itu, nggak?

Hadir kok Ngisi Lembar Absensi?
Ilustrasi kesalahan kata absensi. (slideplayer.info)

Inibaru.id – Kamu datang ke suatu acara, sebut saja seminar atau diskusi, dan di meja penerima tamu, seseorang bilang kepadamu sembari menunjuk kelembaran kertas di atas meja, ”Silakan isi absensi dulu.”

Atau, di ruang kuliah, seorang dosen bilang, “Aduh, saya lupa mengambil lembar absensi di ruang Jurusan. Ada yang mau mengambilkan?”

Ketika sedang nggak bisa masuk kuliah, entah lagi malas atau karena punya urusan tertentu, kamu berbisik kepada teman, “Eh, aku nitip absen, ya.”

Siapa pun yang pernah kuliah tahu, maksud kalimat itu adalah bahwa kamu titip tanda tangan tanda kehadiran. Ini mungkin terjadi bila dosen hanya membagikan lembar presensi agar mahasiswa peserta kuliah tanda tangan di kolom namanya masing-masing.

Nah, Sobat Millens, di atas ada tiga kata yang dibuat italik: absensi, absen, dan presensi. Manakah kata yang tepat dan mana yang keliru?

Baca juga:
Sudah Telanjur Polwan alias Polisi Wanita, Mau Bagaimana Lagi?
Jempol untuk Preman Zaman Old, Bogem untuk Preman Zaman Now

Kita cek Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dulu ya. Absen adalah kata kerja yang berarti “tidak masuk” (sekolah, kerja, dan sebagainya); “tidak hadir”.

Turunan dari kata kerja absen, ada absensi yang berarti “ketidakhadiran”. Lawan kata dari “ketidakhadiran” adalah “kehadiran” yang dalam KBBI merupakan makna dari presensi.

Jelas? Nah, kamu sudah bela-belain datang ke seminar tapi di meja penerimaan tamu, kamu malah diminta mengisi absensi, itu aneh, kan? Ya, semestinya penerima tahu itu bilang ke kamu, “Silakan isi daftar presensi dulu.”

Dosen yang meminta salah seorang mahasiswanya mengambil lembar absensi, itu juga suatu kesalahkaprahan. Kalau maksud dosen meminta mahasiswa mengambil daftar mahasiswa yang tidak hadir, dia benar. Tapi yang dia maksud adalah lembar kehadiran mahasiswa alias lembar presensi mahasiswa, bukan lembar ketidakhadiran (absensi) mahasiswa.

Dan di kampus mana pun, nggak ada lembar absensi. Bahkan bila dalam satu kelas dari 30 mahasiswa yang hadir hanya dua orang, tetap dua orang itu menandatangani lembar presensi, bukan lembar absensi.

Jadi, seharusnya sang dosen meminta mahasiswa mengambil lembar presensi.

Baca juga:
Dulu Kau Tunggu Para Bajingan, Kini Kau Mengumpatinya
Polisi Zaman Old Tak Perlu Mengincar Bramacorah

Mahasiswa yang sedang nggak ingin masuk kuliah juga nggak tepat ketika bilang “nitip absen.” Permintaan itu memiliki arti “titip nggak masuk”. Padahal yang dia mau “titip tanda tangan biar dicatat masuk”. Sudah bohong, salah pula pilihan katanya. Kalau dihisab, dobel-dobel dosanya, hahaha….

Semestinya si mahasiswa itu bilang,”titip tanda tangankan di lembar presensi, ya.” Ya, paling tidak dosanya cuma satu: dosa bohong.

Hayo ngaku, kamu pernah atau bahkan sering memakai kata yang sudah dibahas itu, kan? Maka, mulai sekarang, jangan keliru lagi mana yang harus pakai absensi, mana yang harus presensi. (EBC/SA)