Wah, Purwakarta Bakal Punya Hotel Gantung Tertinggi di Dunia

Yang maniak dengan ketinggian, boleh nih coba yang satu ini. Hotel gantung tertinggi di dunia, Skylodge, Purwakarta.

Wah, Purwakarta Bakal Punya Hotel Gantung Tertinggi di Dunia
Hotel gantung Skylodge, Purwakarta. (Foto: Phinemo.com)

Inibaru.id - Ada yang pernah membayangkan dapat tidur dengan posisi menggelantung layaknya kisah Tarzan yang hidup dipepohonan? Tentu tidak. Sedikit berbeda kisah dengan Tarzan yang tinggal dipepohonan, kini di Indonesia Kalian sebentar lagi dapat mencoba sensasi beristirahat disebuah kamar tidur nyaman dengan ketinggian jauh di atas permukaan air laut. Iya, sebuah hotel.

Di Purwakarta, akan segera dibangun sebuah hotel gantung atau skylodge yakni sebuah penginapan yang berada di dinding tebing yang sangat tinggi. Jika kita menginap di hotel gantung ini, kita tentu bisa menikmati pemandangan yang sangat indah.

Yang lebih menarik, ketinggian hotel gantung yang tengah dibangun di Purwakarta ini konon akan mengalahkan hotel gantung tertinggi di dunia berlokasi di Peru dengan posisi di dinding tebing dengan ketinggian 122 meter di atas permukaan tanah. Sehingga, status hotel gantung tertinggi di dunia ini akan segera dikalahkan oleh hotel gantung yang sedang dibangun di Purwakarta ini. Hotel yang dibangun oleh operator kegiatan outdoor ini sendiri rencananya akan dibangun di tebing gunung kebanggaan kota Purwakarta, Gunung Parang dengan ketinggian sekitar 400 hingga 900 meter.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menyebutkan bahwa hotel ini akan ditempatkan di tebing yang sudah sangat terkenal oleh para pemanjat tebing dalam dan luar negeri. Di Asia sendiri, sepertinya hotel seperti ini masih belum ada. Rencananya hotel ini akan diberi nama Pajajaran Anyar.

Pembangunan hotel gantung ini digagas oleh masyarakat penggiat panjat tebing yang juga menjadi operator via ferrata di Badega Gunung Parang dan Bupati Purwakatra sejak tahun 2014. Dhani Daelami, salah satu penggagas dari Badega Gunung Parang, menyebutkan bahwa ide awal dari pembangunan hotel ini sebenarnya adalah keinginan untuk mewujudkan penginapan di dinding Gunung Parang. Setelah melakukan kajian yang mendalam, ditemukanlah contoh penginapan yang ada di Peru ini. Dari contoh inilah dilakukan penyesuaian desain sesuai dengan lokasi dan kebutuhan.

Pembangunan hotel gantung ini dibantu oleh tim arsitek dan para ahli professional yang berasal dari ARCHTech. Para ahli ini sudah mengkalkulasikan berbagai hal yang rumit dalam hal desain, kekuatan, berat, serta keamanan dari bangunan ini.

Dhani melanjutkan bahwa hotel gantung ini rencananya akan memiliki 11 ruangan dengan posisi menggantung di dinding tebing Tower 3 Gunung parang. Sisi tebing yang dikenal sebagai rute via ferrata bagi para pemanjat tebing ini memang dikenal memiliki titik-titik yang eksotis. Yang menarik adalah, setiap kamar ternyata memiliki ketinggian dan harga yang berbeda-beda.

Dengan ketinggian 400 meter, harga per malamnya paling murah karena posisinya yang paling rendah. Untuk kamar di ketinggian 900 meter, harganya menjadi yang termahal. Setiap kamar sendiri memiliki ukuran 2,5 x 6 hingga 8 meter yang bisa diisi 2 hingga 5 orang. Hanya saja, pihak pengelola membatasi satu kamar hanya dipakai 4 orang dewasa saja.

Direncanakan, bulan September hotel gantung ini sudah selesai dibangun dan diharapkan pada bulan Oktober 2017 ini, hotel sudah bisa digunakan. Sebelum dipakai, pihak pengelola juga akan melakukan pengecekan dan uji coba keamanan. Sekali lagi yang luar biasa adalah, sejak awal Juli ini, setidaknya sudah ada 100 wisatawan dari dalam negeri atau luar negeri yang sudah memesan kamar agar bisa menikmati pemandangan yang luar biasa. Agar tidak over kuota, pengelola pun segera membatasi pemesanan. (AS/IB)