Tahukah Kamu di Mana Kabupaten Paling Luas di Indonesia?

Merauke adalah wilayah paling timur dan memiliki wilayah kabupaten paling luas di Indonesia, sudah tahu, kan?

Tahukah Kamu di Mana Kabupaten Paling Luas di Indonesia?
Salah satu sudut di Merauke. (Foto: retnapujiarti blogspot.com)

Inibaru.id - Apa yang kali pertama terlintas jika kita mendengar kata Merauke? Kebanyakan orang akan berpikir tentang lagu perjuangan yang memiliki lirik “Dari Sabang Sampai Merauke”, bukan? Dalam lagu itu, Merauke disebut sebagai tempat yang paling timur di wilayah Indonesia. Memang, fakta tersebut benar adanya. Namun, sebenarnya ada fakta lain tentang kabupaten yang ada di wilayah Papua ini, yakni merupakan kabupaten dengan luas wilayah paling besar di Indonesia.

Jika kita bandingkan dengan luas wilayah salah satu negara tetangga kita, yakni Singapura, Kabupaten Merauke bahkan memiliki luas wilayah 70 kali lebih besar. Luas wilayah dari Merauke sendiri adalah 119.749 km2 atau sekitar 29 persen dari total wilayah Provinsi Papua. Di dalam Kabupaten Merauke, kita bisa menemukan 20 kecamatan.

Hanya saja, jumlah penduduk yang mendiami wilayah Merauke ternyata tidak terlalu banyak. Menurut data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pada tanggal 31 Desember 2015, diketahui bahwa jumlah warga Merauke hanyalah 262.664 jiwa dimana jumlah pria mencapai 139.092 dan jumlah wanita sebanyak 124.572 jiwa.

Baca juga: Dongkrak Pariwisata Bahari, Pelni Bikin Beberapa Program Menggiurkan Ini

Sejarah daerah ini disebut Merauke ternyata sangat unik, yakni karena kesalahpahaman para pendatang saat tiba di wilayah ini. Saat itu, para pendatang yang bertanya pada penduduk asli tentang nama kampung tersebut hanya dijawab dengan kata “Maro-ke” yang sebenarnya memiliki arti “itu Sungai Maro”. Namun, lama kelamaan daerah ini akhirnya disebut sebagai Merauke.

Masih Berburu

Merauke sendiri ditemukan lebih dari 100 tahun yang lalu, yakni tepatnya pada 12 Februari 1902. Suku asli yang mendiami wilayah ini adalah Suku Marind Anim. Hanya saja, suku ini sudah tidak lagi memakai koteka dan cenderung sudah hidup dengan cara yang modern. Yang menarik adalah, suku ini masih memakai cara yang lama dalam mencari makan, yakni dengan berburu beberapa binatang seperti rusa, kangguru, hingga kuskus.

Sebagai informasi, berburu di Merauke ternyata masih dianggap sebagai hal yang legal dan tidak melanggar hukum. Hal ini disebabkan oleh peraturan dari pemerintah setempat yang memang mengijinkan perburuan dengan syarat warga masih memakai senjata tradisional layaknya katapel atau panah.

Baca juga: Bukan Suramadu, Inilah yang Akan Jadi Jembatan Tepanjang di Indonesia

Alhasil, ajang berburu ini justru menjadi tradisi turun-temurun yang dilestarikan para kaum pria Suku Marind saat sedang menjelajahi hutan sekitar Merauke. Jika kita sedang berada di kawasan Taman Nasional Wasur, kita bisa menemukan para pemburu tradisional ini pada siang atau sore hari.

Selain Suku Marind, warga penghuni Merauke ternyata sangatlah beragam karena banyaknya pendatang di tempat ini. Bahkan, banyak diantaranya berasal dari luar Papua karena ditugaskan untuk bekerja di tempat ini. Yang menarik adalah, Merauke ternyata menjadi satu-satunya tempat di Papua yang memiliki biaya hidup yang cenderung murah jika dibandingkan dengan tempat lainnya di provinsi paling timur Indonesia tersebut. (AW/IB)